Dua Hari Jelang Cuti, Ahok Keluarkan Pergub Untungkan Pengembang

0
96

JAKARTA – Fakta sikap keberpihakan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kepada pengembang reklamasi teluk Jakarta kembali terkuak.

Pasalnya, calon incumbent itu sengaja mengeluarkan Peraturan Gubernur nomor 206 tahun 2016 tentang Panduan Rancangan Kota Pulau C, Pulau D dan Pulau E Hasil Reklamasi Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta jelang dua hari cuti Pilkadanya berlaku.

Menurut Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta (KSTJ) yang terdiri dari LBH Jakarta dan Walhi itu, Pergub tersebut sangatlah menguntungkan pihak pengembang reklamasi untuk mendirikan bangunan di pulau buatan tersebut.

“Sehingga integritas Gubernur Ahok ini layak dipertanyakan,” ujar Koordinator KSTJ Tigor Hutapea saat jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Senin (16/1)

Tigor juga menyebutkan, Pergub ini jelas bermasalah karena acuannya seharusnya Raperda tentang RTRW dan Raperda Zonasi untuk kawasan Pantai Utara Jakarta. “Yang sampai saat ini belum juga disahkan,” tuturnya.

Selain itu, Tigor menyebutkan, penerbitan Pergub tersebut sangatlah tidak etis, melanggar hukum dan mengkhianati mandat Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas penataan pesisir Teluk Jakarta.

“Pergub ini juga diterbitkan secara sepihak tanpa proses partisipasi warga maupun organisasi lingkungan yang berkepentingan terhadap perlindungan lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, menurut peneliti dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Nelson dalam hal menerbitkan Pergub tersebut ada beberapa tata cara yang harus dilalui oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pertama harus ada kajian lingkungan strategis sebagaimana yang diatur dalam PP nomor 46 tahun 2016 kemudian, perumusan rencana tata ruang wilayah beserta rencana rincinya.

“Jikalaupun berdalih menjadikan aturan organiknya dari Perda nomor 8 tahun 1995 tidak bisa dibenarkan karena masih mengacu desain reklamasi yang lama yang sudah berubah jauh,” tuturnya.

Dengan Pergub ini pihak Pengembang reklamasi yakni Agung Podomoro cs dapat langsung menjual unit baik itu apartemen, hotel, kantor dan rumah hunian. “Padahal, status reklamasi teluk Jakarta masih berada dalam moratorium untuk dikaji ulang,” jelas Nelson.

Untuk itulah integritas Ahok layak dipertanyakan. “Karena menunjukan itikad tidak baik melindungi proyek bermasalah,” Tambahnya lagi.(Bm)

Keterangan Foto : Ilustrasi
Reporter : BE
Editor : BE

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...