Dokter: Kebocoran Katup Jantung Habibie Akibat Faktor Usia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kasus penyakit kebocoran katup jantung yang paling sering dialami oleh orang lanjut usia, seperti halnya yang dialami Presiden RI Ke-3 BJ Habibie, dikarenakan faktor degeneratif atau penuaan akibat usia.

“Di luar Indonesia, paling banyak kasus kebocoran katup jantung karena degeneratif,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), FIHA, di Jakarta, Jumat (9/3).

Dokter Dicky menerangkan biasanya gangguan kebocoran katup atau klep jantung dialami pada orang berusia 60 sampai 70 tahun ke atas di mana fungsi organ tubuh mulai menurun.

Namun untuk di Indonesia, kata dia, kasus tertinggi kebocoran katup jantung diakibatkan penyakit jantung rematik.

Penyakit jantung rematik sendiri diakibatkan infeksi radang tenggorokan biasa yang kemudian menjalar hingga menyebabkan kerusakan pada daerah jantung.

Faktor risiko penyakit jantung rematik berkaitan erat dengan perilaku hidup seseorang yang tidak menjaga kebersihan sehingga mudah terkena infeksi, serta asupan gizi yang tidak terpenuhi.

Sementara gangguan kebocoran katup jantung sendiri tidak memiliki faktor risiko yang bisa terjadi pada siapa saja di semua usia.

Dicky mengatakan kasus penyakit jantung rematik paling sering ditemui di kalangan masyarakat sosio-ekonomi bawah yang kurang menjaga kebersihan dan asupan gizi.

Penyakit katup jantung merupakan gangguan pada salah satu atau lebih dari total empat katup jantung yang dimiliki manusia.

Jika katup jantung tidak dapat terbuka dengan baik akibat penebalan atau menjadi kaku, menyebabkan darah tidak bisa mengalir ke ruangan jantung selanjutnya atau seluruh tubuh sehingga kerja jantung menjadi lebih berat.

Sebaliknya apabila terjadi kebocoran katup jantung akan membuat darah yang sudah dialirkan kembali lagi ke ruangan sebelumnya dan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh yang membuat kerja jantung jadi lebih berat.

Kondisi katup jantung yang bocor dan aliran darah kembali ke ruangan sebelumnya bahkan bisa memenuhi paru-paru dengan cairan yang membuat penderitanya menjadi sesak.

Dokter spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita dr. Siska Danny SpJP menjelaskan keluhan yang biasa dialami oleh penderitanya seperti sesak nafas, dapat pula disertai dengan nyeri dada, berdebar atau bengkak di kedua tungkai. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close