Dari 147 Ormas di Kota Serang, Hanya 60 Yang Terdaftar

SERANG, SERUJI.CO.ID – Dari 147 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang ada di Kota Serang, hanya ada 60 Ormas yang terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang. Data tersebut terhitung hingga Agustus 2017.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kesbangpol Kota Serang Maskurdi, usai giat Rapat Koordinasi Tentang Kebijakan Pemerintah Bidang Organisasi Kemasyarakatan Wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon yang diselenggarakan Kesbangpol Provinsi di Aula PKP RI, Kota Serang, Selasa (28/10).

“Ormas di Kota Serang pada khususnya harus memahami perundang-undangan dan juga peraturan Menteri Dalam Negeri No 57 tahun 2016 tentang pendaftaran ormas,” katanya.

Dengan memahami peraturan tersebut, lanjut Maskurdi, diharapkan semakin banyak ormas yang terdaftar dan menjadi mitra pemerintah.

“Ormas yang belum terdaftar agar segera mendaftar dengan melengkapi persyaratan diantaranya NPWP, keanggotaan, sekretariat dan lain-lain,” tuturnya.

Diterangkan, Maskurdi, setelah terdaftar di Kesbangpol selama tiga tahun berturut-turut, ormas tersebut oleh Kesbangpol akan didaftarkan ke Kemendagri.

“Saya kira, acara rakor ini bagus sekali, agar ormas yang ada di Provinsi ini, khususnya di kota dan kabupaten memahami peraturan perundang-undangan dan peraturan Menteri Dalam Negeri no 57 tahun 2016 tentang pendaftaran ormas,” katanya.

Sementara itu, aktivis Serikat Muda Banten (SMB) Perwakilan Kota Serang, Muhtadi mendukung apa yang dikatakan Kesbangpol Kota Serang. Menurutnya, dengan terdaftar di Kesbangpol akan memudahkan ormas dan pemerintah dalam melakukan kerja sama sebagai mitra.

“Saya kira sudah sepatutnya pemerintah dalam hal ini Kesbangpol untuk menertibkan ormas, agar ormas yang ada semakin berguna untuk masyarakat,” singkatnya. (Rizki A/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER