BMKG Kembali Gelar Ekspedisi Internasional Samudera Hindia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah penyelenggara kegiatan International Indian Ocean Expedition (IIOE) untuk melakukan penelitian ilmiah bidang oseanografi dan atmosfer di kawasan Samudera Hindia.

“Kegiatan ini merupakan program ilmiah yang melibatkan para peneliti internasional yang bersama-sama melakukan penelitian di bidang oseanografi dan atmosfer dari lingkungan wilayah pesisir sampai dengan laut dalam,” kata Deputi Klimatologi BMKG Herizal di Jakarta, Rabu (21/3).

Herizal mewakili Kepala BMKG Dwikorita Karnawati membuka kegiatan “International Indian Ocean Science Conference” yang dihadiri perwakilan UNESCO Indonesia Arif Rahman, serta Plt Kepala LIPI Bambang Sudibyo.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur UNESCO Jakarta Shahbaz Khan, Deputi Menristekdikti Hari Purwanto serta para peneliti.

Herizal mengatakan, penelitian yang terfokus pada wilayah samudra Hindia itu mempunyai manfaat bagi seluruh negara bukan hanya yang berada di kawasan Samudera Hindia.

Iklim di Samudra Hindia sangat kompleks dan dapat menjadi faktor utama kejadian ekstrem misalnya siklon tropis, kekeringan, hujan lebat, gelombang tinggi ataupun badai.

“Program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dunia karena hasil yang diperoleh merupakan komponen penting untuk layanan maritim pengelolaan lingkungan prediksi iklim dan ketahanan pangan serta energi,” kata dia.

Perwakilan UNESCO Indonesia Arif Rahman menyatakan pihaknya mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan penelitian di Indonesia.

“Saya harap ini bukan hanya sekedar kerja sama terkait masalah perubahan iklim di Samudera Hindia saja tapi juga ada kerja sama antatbangsa,” ujar Arif. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.