Anies Pertimbangkan Pengoperasian Becak Listrik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengaku masih mempertimbangkan rencana pengoperasian becak listrik di wilayah Ibu Kota.

“Hari Ahad (11/3) kemarin, saya menerima prototipe becak listrik dari Hanafi Rais. Tapi pengoperasiannya butuh pertimbangan, terutama terkait regulasi,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Menurut dia, apabila rencana tersebut dapat direalisasikan, maka becak listrik hanya akan dioperasikan di wilayah-wilayah yang memang masih membutuhkan transportasi becak.

“Memang pada kenyataannya di beberapa kampung yang ada di Jakarta, becak masih dibutuhkan karena lebih fleksibel dan ramah lingkungan. Jadi, harus dipertimbangkan dulu,” ujar Anies.

Dia menuturkan becak listrik itu memiliki kesamaan dengan becak konvesional karena fleksibel, bebas polusi dan bebas kebisingan. Perbedaannya, becak listrik menggunakan tenaga listrik, sehingga dapat menghemat energi manusia.

“Becak dengan energi listrik itu memang merupakan salah satu solusi yang dapat memudahkan bagi warga yang bekerja menawarkan jasa berupa transportasi lingkungan,” tutur Anies.

Meskipun masih butuh pertimbangan lebih lanjut, Anies tetap menyambut baik dan mengapresiasi prototipe becak listrik dari Hanafi Rais yang telah diserahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.

“Sekarang ini ada tren baru mengenai transportasi umum, yaitu transportasi yang ramah lingkungan dan hemat energi. Maka dari itu, saya apresiasi ide becak listrik tersebut,” ujar Anies.

Spesifikasi becak listrik yang ditawarkan oleh Hanafi Rais, yakni bermesin penggerak dinamo jenis hub 1.000 watt 48 volt, daya angkut hingga 250 kilogram, kecepatan maksimal 25 kilometer per jam, pengisian daya tiga jam, jarak tempuh 40 kilometer, sistem rem cakram hidrolik dan daya listrik PLN 100 watt. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pengabdian Tragis Dahlan Iskan!

Dua kali hari Kartini saya mendapatkan kado sedih. Pertama saat Ibu saya tercinta meninggal dunia dalam usia 52 tahun, 21 April 1994.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER