73 Bus Disiapkan Dishub Tangerang Untuk Mudik Gratis

TANGERANG, SERUJI.CO.ID – Aparat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Banten, menyiapkan sebanyak 73 unit bus untuk warga perantau yang ingin mudik ke kampung halaman secara gratis.

“Khusus dari Kementerian Perhubungan telah menyediakan 60 bus sesuai kuota yang diberikan,” kata Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi Sentosa, di Tangerang, Kamis (16/5).

Bambang mengatakan pihaknya akhirnya menambah 13 bus lagi karena pada tahun lalu antusias pemudik cukup tinggi, jadi 60 unit itu tidak cukup.

Dia mengatakan setiap bus mampu membawa pemudik maksimal sebanyak 45 kursi, ini untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama dalam perjalanan.

Namun untuk 13 bus tambahan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan dengan instansi terkait.

Pemudik gratis hanya mempersiapkan Kartu Keluarga (KK), KTP Elektronik (KTP-el) Kabupaten Tangerang dan mengisi formulir yang sudah disediakan Dishub setempat.

Sedangkan kuota mudik gratis tersebut telah ditutup karena jadwal pemberangkatan direncanakan pada Sabtu (1/6) pukul 08.00 Wib.

Pemberangkatan secara serentak di Pusat Pemerintahan (Puspem) di Tigaraksa oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

Dia mengatakan mudik gratis tersebut merupakan program Kemenhub yang menyediakan sebanyak 450 unit bus untuk tiga wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Tujuan mudik tersebut yakni sejumlah kota di Jawa Tengah seperti Solo, Purwokerto, Magelang, Pemalang, Brebes, Tegal, Purbalinga, Semarang dan Pati.

Bahkan pemudik asal kota di Jawa Timur seperti Malang, Ngawi, Surabaya, Magetan dan Kediri juga dilayani.

Menurut dia, sebelum berangkat diharapkan pemudik dapat memeriksakan kesehatan karena Dishub setempat menjalin kerjasama dengan Dinkes menyangkut pelayanan medis.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER