15.000 Personil Polisi Amankan Demo Tolak UMP Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sebanyak 15.000 personil gabungan kepolisian mengamankan aksi unjuk rasa buru yang menuntut penolakan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta pada Jumat (10/11).

“Kita sudah ada lebih dari 15.000 aparat baik dari Polda Metro Jaya maupun Mabes Polri untuk kesiapan demo buruh,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (10/11).

Argo menyatakan pihak kepolisian juga telah menyiapkan rencana dan strategi pengamanan aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat itu.

Selain mengamankan aksi, petugas kepolisian membuat perencanaan pengalihan arus lalu lintas untuk pengendara yang melintasi kawasan Istana.

Argo menuturkan buruh yang menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum itu akan berasal dari wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Namun Argo mengimbau para pengunjuk rasa menjaga ketertiban umum dan tidak membawa barang berbahaya dan melakukan tindakan anarkis.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan buruh yang akan berunjuk rasa mencapai 20.000 orang.

Demo yang bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional itu akan menyasar Istana dan Balaikota Gubernur DKI Jakarta.

Said menegaskan buruh mendesak Gubernur DKI Jakarta mencabut penetapan UMR DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Kami menuntut revisi penetapan UMP serta menurunkan harga sembako dan tarif listrik,” ucap Said. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER