Usulan 250 Formasi CPNS Mataram Belum Diputuskan

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan usulan 250 formasi untuk calon pegawai negeri sipil tahun 2018 hingga saat ini belum ada keputusan.

“Sejak pengusulan formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kita ajukan awal Februari 2018, sampai saat ini belum ada informasi apakah sudah diputuskan diakomodasi atau tidak,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Rabu (11/4).

Kendati demikian, lanjutnya, pada prinsipnya pemerintah kota sudah siap untuk melaksanakan proses rekrutmen CPNS 2018 untuk memenuhi kebutuhan pegawai di jumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di kota ini.

“Karena itu, kita berharap dalam waktu dekat ada informasi terkait keputusan formasi yang kita usulkan,” ujarnya.

Dikatakan, jumlah formasi yang diusulkan itu didominasi untuk kebutuhan sebanyak 126 tenaga pendidik. Sisanya masing-masing 62 untuk tenaga kesehatan dan teknis.

“Sebenarnya, jumlah formasi yang diusulkan itu masih jauh dari jumlah yang lowong di kota ini yakni sebanyak 950 orang,” katanya.

Belum lagi termasuk proyeksi PNS yang mencapai batas usia pensiun sampai dengan Desember 2018 tercatat sebanyak 219 orang.

Karenanya, dengan adanya kesempatan rencana perekrutan CPNS tahun 2018, pemerintah kota telah mencoba mengusulkan 250 formasi untuk memenuhi kekurangan tersebut.

“Harapannya, formasi yang diusulkan itu bisa terakomodasi semuanya, sehingga kekurangan CPNS bisa terpenuhi secara bertahap,” katanya.

Menurutnya, jumlah usulan formasi CPNS tahun 2018 disesuaikan juga dengan kebutuhan anggaran pemerintah kota, sehingga pemerintah kota juga tidak bisa mengusulkan kebutuhan formasi sekaligus.

Sekda mengatakan, usulan formasi CPNS tahun 2018 sebagai langkah menindaklanjuti surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/750/M.SM.01.00/21017 tanggal 13 Desember 2017 tentang Penyampaian Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018.

Sementara sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Mataram tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Mataram, kebutuhan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja per 31 Desember 2017 berjumlah 6.343 orang.

“Sedangkan bezeting PNS di Kota Matraam sampai 31 Desember 2017 tercatat sebanyak 5.393 orang,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PT Semen Indonesia: Jebloknya Arus Kas Pasca Akuisisi Super Mahal Holcim

Akuisisi mestinya adalah sesuatu yang positif. Tetapi laporan keuangan terbaru SI berkata lain. Akuisisi justru menurunkan kinerja. Mengapa?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER