Usul Bentuk DOB, NTT Perlu Desentralisasi Asimetris

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Dalam usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) ke pemerintah pusat, Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu menyertakan dua aspek desentralisasi asimetris (kekhasan geografis) untuk menjadi pertimbangan bagi pemerintah pusat dalam mengambil keputusan.

“Letak atau kekhasan geografis di NTT menjadi pertimbangan pemerintah pusat karena NTT berbatasan langsung dengan negara tetangga yang bercirikan kepulauan, jadi memiliki rentang yang sulit sebagai daerah kepulauan,” kata Kepala Biro Pemerintah Setda NTT, Viktor Manek kepada wartawan, Sabtu (21/10)

Menurut Viktor, pertimbangan ini sejalan dengan undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah yang juga bersamaan dengan hasil perjuangan DPD RI dalam rancangan UU tentang Provinsi Kepulauan

“Dua aspek ini menjadi pertimbangan dalam dokumen usulan pembentukan DOB, pemerintah pusat juga sudah berikan kuota untuk NTT sesuai jumlah daerah yang diusulkan,” ungkapnya.

Viktor menjelaskan, Provinsi NTT telah mengajukan delapan calon DOB. Delapan usulan pembentukan itu yakni Adonara di Kabupaten Flores Timur, Kota Maumere di Kabupaten Sikka. Amfoang di Kabupaten Kupang, Amanatun di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pantar di Kabupaten Alor. Juga tiga usulan pembentukan kabupaten baru di Sumba Timur, yakni Pahungga Lodu, Sumba Selatan, dan Sumba Timur Jaya.

Untuk seluruh Indonesia, kata Viktor, ada 264 usulan DOB, yang saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan kementerian terkait sedang melakukan sinkronisasi.

“Kita harapkan dari delapan daerah yang diusulkan ini menjadi kebijakan pemerintah pusat dalam memberikan kuota kepada NTT,” pungkasnya. (Habibudin/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.