TNGT Arahkan Masyarakat Meniru Pengelolaan Kawasan TNGR

0
58
gunung rinjani
Taman Nasional Gunung Rinjani. (foto: istimewa)

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Balai Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) mengarahkan kelompok masyarakat untuk meniru model pengelolaan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mampu memberi manfaat ekonomi dari penyediaan jasa wisata.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora (TNGT) Budhy Kurniawan, ketika dihubungi di Mataram, Selasa (19/12), mengatakan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) memiliki potensi wisata yang hampir sama, di mana keduanya merupakan taman nasional pegunungan.

“Tambora ditetapkan sebagai taman nasional dua tahun lalu dan kami berkomitmen mewujudkan pengelolaan kawasan TNGT berbasis masyarakat seperti di kawasan TNGR,” katanya.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, pihaknya sudah mengirim sebanyak 15 orang perwakilan kelompok masyarakat binaan di desa sekitar kawasan TNGT untuk belajar ke TNGR di Pulau Lombok.

Kunjungan belajar yang dilaksanakan selama empat hari mulai 27-30 Nopember 2017 tersebut menyasar tiga resort pengelolaan TNGR yang sudah berkembang sektor pariwisatanya, yaitu Resort Senaru di Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, Resort Sembalun, dan Resort Joben di Kabupaten Lombok Timur.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat Tambora berinteraksi dan belajar dari kelompok binaan Balai TNGR, baik kelompok pemandu wisata (guide), pekerja pembawa barang pendaki (porter), dan pelaku usaha, termasuk belajar evakuasi kecelakaan pengunjung.

Lebih lanjut, Budhy mengatakan masyarakat binaan dan pengawai TNGT yang belajar ke TNGR diharapkan mampu menyerap ilmu dan pengalaman dari masyarakat di sekitar Gunung Rinjani yang sudah bergantung pada sektor wisata.

Kondisi tersebut terlihat dari beberapa aktivitas masyarakat yang mengarah pada upaya penyediaan jasa wisata alam seperti guide dan porter, serta penyedia jasa kuliner dan rumah penginapan.

“Kami berharap perwakilan kelompok masyarakat yang mendapat kesempatan belajar di TNGR bisa menjadi agen perubahan untuk pengembangan wisata alam TNGT berbasis masyarakat,” ujarnya.

Taman Nasional Tambora secara administratif termasuk dalam Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, NTB.

Penunjukan kawasan Taman Nasional Gunung Tambora dilakukan dengan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan 111/MenLHK-II/2015 tanggal 7 April 2015. Taman nasional itu diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 11 April 2015, bertepatan dengan peringatan 100 tahun letusan besar Gunung Tambora pada 11 April 1815.

Status kawasan sebelum menjadi taman nasional terdiri dari cagar alam seluas 23.840,81 hektare, suaka margasatwa seluas 21.674,68 hektare, dan taman buru seluas 26.130,25 hektare. (Ant/SU03)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...