Sudah Hampir Sebulan Gempa Lombok, Korban Masih Kekurangan Terpal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gempa Lombok sudah berlangsung hampir sebulan sejak gempa 6,4 Skala Richter (SR) pertama kali melanda pada tanggal 29 Juli lalu. Namun, hingga saat ini warga korban gempa di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat tersebu, masih kekurang terpal dan selimut untuk beristirahat pada malam hari.

Dari data relawan LSM Garda Cakra Indonesia (GCI) menyebutkan kebutuhan yang diminta oleh para pengungsi masih pada terpal dan selimut.

Seperti Desa Tamansari, Kecamatan Gunung Dari, Lombok barat: terpal dan selimut, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah: Terpal dan Selimut, Dusun Kebun Belek Desa Bujak Kec.Batukliang.Kebutuhan:Beras, Terpal/tenda,Selimut, obat-obatan.

Baca juga: Tanggap Darurat Gempa Lombok, Kemensos Salurkan Bantuan Rp1,25 Triliun

Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, Kebutuhan:Terpal, Selimut dan Sandang-Pangan, Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara, Kebutuhan: terpal dan Selimut, serta Desa Aik Berik Barat Kec. Batukliang Utara, Kebutuhan: Terpal dan Selimut.

“Itu data sementara dari organisasi kami dan masih dicari lokasi lainnya,” kata Ketua Umum LSM Garda Cakra Indonesia, Sonny Yudhawan.

Sementara itu, Munawir Haris, warga Dusun Labuan Pandan, Lombok Timur yang rumahnya sekitar 5 kilometer dari pusat gempa 6,9 SR pada Minggu (19/8) memohon ada donatur yang membantu karena pengungsi di daerahnya sudah kritis tempat tinggal. “Sampai sekarang belum ada juga bantuan terpal,” katanya.

“Saat ini kami tengah butuh terpal dan rencananya kami akan membeli saja,” katanya. (Ant/ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER