Serangan Hama Belalang di NTT Ditetapkan sebagai KLB

KUPANG – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) atas serangan hama belalang terhadap tanaman pertanian di wilayah itu.

“Keputusan menetapkan KLB itu setelah melihat pola serangan hama belalang sudah dalam bentuk gerombolan dalam jumlah jutaan ekor, dan bisa berdampak lebih buruk terhadap alam di wilayah itu,” kata Bupati Gidion Mbliyora di Waingapu, Sumba Timur, dilansir dari Antara, Kamis (14/6).

Gidion mengatakan menetapkan status KLB setelah melihat langsung kondisi di lapangan, dan memperhatikan pola serangan hama belalang dalam gerombolan besar yang mulai masuk kebun-kebun petani.

Pertimbangan dia, penetapan status KLB ini dilakukan agar semua pihak, mulai pemerintah kabupaten, propinsi hingga pusat bersatu padu dalam melakukan tindakan penanganan di lapangan.

“Coba bayangkan, kalau satu ekor belalang bisa menghasilkan 250.000 telur dengan setahun 4 kali bertelur. Bila tidak dilakukan penanganan segera mungkin maka kejadian akan lebih buruk untuk daerah ini,” katanya.

Hama belalang kumbara yang sudah ada sejak Januari 2017 lalu di Kecamatan Umalulu, Sumba Timur mulai menyerang tanaman pangan dan holtikulutra pada bulan Juni ini hingga saat ini.

“Pada 9 Juni 2017, gerombolan hama belalang memasuki Kota Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur,” ujarnya.

Hama belalang dalam gerombolan besar menyerang tanaman warga seperti padi dibagian timur Bandara Umbu Mehang Kunda, daun pohon bambu dan daun kelapa dalam kota Waingapu.

“Bahkan pada hari Rabu (14/6), ada ribuan hingga jutaan hama belalang hinggap di lapangan sepak bola Matawai dan kantor Dinas Pekerjaan Umum Sumba Timur,” ungkapnya.

Menurut Gidion, Gerombolan hama belalang terbang mengikuti arah angin, sehingga wilayah mana dengan kecepatan angin kecang, maka akan menjadi sasaran empuk hama belalang.

“Kami belum bisa merincikan kerusakan tanaman akibat serangan hama itu karena masih dalam pendataan,” pungkasnya. (IwanY)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER