Sampah Taman Nasional Komodo Mulai Terkendali

0
13
Kawasan wisata komodo

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan mengklaim masalah sampah di kawasan wisata Pulau Komodo sudah mulai terkendali dengan dukungan berbagai skema penanganan yang diterapkan.

“Pada awal Februari 2018 memang sampah masih bermasalah, namun dengan berbagai skema penanganan yang kami lakukan sekarang sudah mulai terkendali,” kata Budi Kurniawan di Kupang, Senin (16/4).

Menurutnya, sampah-sampah yang sebelumnya banyak mengotori sejumlah desa di dalam kawasan wisata Taman NasionalKomodo seperti Papa Garang, Rinca, Komodo secara bertahap sudah tertangani.

“Ini juga berkat dukungan pembentukan kelompok masyarakat peduli sampah yang secara psikologis membuat masyarakat juga berperan aktif menangani sampah,” katanya.

Budi menjelaskan beberapa skema yang diterapkan dalam penanganan sampah di kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) ini di antaranya membentuk kelompok masyarakat peduli sampah.

Kelompok ini, lanjutnya, melibatkan masyarakat di desa-desa dalam kawasan wisata Komodo yang bekerja mengumpulkan sampah secara terjadwal selama tiga hingga empat hari dalam seminggu di setiap bulannya.

“Rata-rata sampah terkumpul puluhan karung ukuran 100 kilogram, kemudian dipilah-pilah antara sampah organik-anorganik lalu diangkut ke Labuan Bajo,” katanya.

Di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, lanjutnya, sampah organik didaur ulang bekerjasama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Komodo dan sisanya (anorganik) dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Selain itu, lanjutnya, skema penanganan sampah juga dilakukan bersama mitra-mitra terkait untuk gerakan penanganan setiap tiga bulan sekali.

“Gerakan secara masif ini melibatkan peran serta masyarakat, pelaku wisata dan instansi terkait termasuk anak-anak sekolah,” katanya.

Ia mengatakan, penanganan sampah juga dibantu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui gerakan bersama penanganan sampah setiap bulan.

Semua mitra, katanya, sudah saling bersinergi untuk menangani masalah sampah di kawasan wisata Komodo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan secara nasional itu.

Budi memastikan berbagai gerakan penanganan sampah ini akan terus dilakukan hingga persoalan sampah di kawasan wisata itu yang sering dikeluhkan berbagai pihak dapat teratasi.

“Gerakan ini akan terus berlanjut sampai dipastikan bahwa sampah-sampah tidak lagi menjadi persoalan utama di destinasi wisata Komodo ini,” katanya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

PKPU Human Initiative Respon Gempa Banjarnegara

BANJARNEGARA, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan hampir mencapai 4,4 SR yang mengguncang wilayah Pekalongan dan Banjarnegara pada Rabu (18/4) lalu, telah berdampak cukup serius terhadap warga...

Vonis 15 Tahun Penjara Setnov, Ini Tanggapak JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi vonis terhadap mantan ketua DPR yang juga politikus Partai Golkar Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...
Jembatan Ujung Galuh

Sebelum Diserahkan ke Pemkot Surabaya, Jembatan Ujung Galuh Diuji Kekuatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Jembatan Ujung Galuh, yang menghubugkan Jalan Ngangel dengan Jalan Darmokali, Surabaya menjalani uji coba kelayakan kekuatan beban dengan menggunakan sejumlah truk...

Terkait Pilpres 2019, Ini Keputusan JK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan dirinya ingin istirahat dari pencalonan presiden maupun wakil presiden pada Pilpres 2019. "Seperti yang sering saya katakan,...

Satgas Temukan Ladang Ganja di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID - Satuan Tugas Yonif 121/Macan Kumbang menemukan ladang ganja seluas setengah hektare di Kampung Kalilapar, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-Papua Nugini. "Penemuan...