Realisasi Amnesti Pajak Nusra Capai Rp 304,54 Miliar

MATARAM – Realisasi uang tebusan dalam program pengampunan pajak (tax amnesty) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp 304,54 miliar. Namun demikian, jumlah tersebut masih sangat kecil, hanya sekitar 2,5 persen dari jumlah wajib pajak yang terdaftar.

“Dari total 458.000 wajib pajak yang terdaftar se Nusa Tenggara dan memiliki kewajiban menyampaikan SPT, sebanyak 11.634 orang telah mengikuti program tax amnesty atau sekitar 2,5 persen. Itu jumlah yang masih sangat kecil,” kata Suparno, kepala Kanwil DJP Nusra, dalam keterangan persnya di Mataram, hari ini, Selasa (21/3).

Suparno menyebutkan, hingga 20 Maret 2017, Kanwil DJP Nusra telah membukukan uang tebusan sebesar Rp 304,54 miliar. Rp 159,38 miliar di antaran berasal dari NTB. Sedangkan Rp 146,16 miliar sisanya berasal dari NTT.

“Untuk provinsi NTB ada 5.479 wajib pajak, dari jumlah itu 3.287 merupakan UMKM. Sedangakan 6.155 sisanya wajib pajak dari NTT, dan 4.210 diantaranya dari UMKM,” ungkapnya.

Suparno menambahkan, tinggi-renadahnya pencapaian, sangat bergantung pada good will para wajib pajak untuk melaporkan hartanya. Selama ini, terangnya, pihaknya telah gencar melakukan sosialisai, baik melalui media masa maupun himbauan secara langsung kepada para wajib pajak.

“Untuk wajib pajak yang belum mengikuti program tax amnesty, masih ada kesempatan hingga 31 Maret 2017. Kami berharap sisa waktu yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Dalam rangka itu, Suparno mengaku Kanwil DJP Nusra akan memperpanjang waktu pelayanan kepada wajib pajak yang ingin melaporkan hartanya, mulai tanggal 27-30 Maret 2017 mendatabg. Pada tanggal tersebut, Kanwil DJP Nusra akan melayani wajib pajak sampai pukul 19:00 WITA.

“Khusus pada tanggal 31 Maret, pelayanan sampai pukul 24:00 Wita,” pungkasnya.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.