Realisasi Amnesti Pajak Nusra Capai Rp 304,54 Miliar

0
53
Kepala Kanwil DJP Nusra, Suparno.

MATARAM – Realisasi uang tebusan dalam program pengampunan pajak (tax amnesty) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai Rp 304,54 miliar. Namun demikian, jumlah tersebut masih sangat kecil, hanya sekitar 2,5 persen dari jumlah wajib pajak yang terdaftar.

“Dari total 458.000 wajib pajak yang terdaftar se Nusa Tenggara dan memiliki kewajiban menyampaikan SPT, sebanyak 11.634 orang telah mengikuti program tax amnesty atau sekitar 2,5 persen. Itu jumlah yang masih sangat kecil,” kata Suparno, kepala Kanwil DJP Nusra, dalam keterangan persnya di Mataram, hari ini, Selasa (21/3).

Suparno menyebutkan, hingga 20 Maret 2017, Kanwil DJP Nusra telah membukukan uang tebusan sebesar Rp 304,54 miliar. Rp 159,38 miliar di antaran berasal dari NTB. Sedangkan Rp 146,16 miliar sisanya berasal dari NTT.

“Untuk provinsi NTB ada 5.479 wajib pajak, dari jumlah itu 3.287 merupakan UMKM. Sedangakan 6.155 sisanya wajib pajak dari NTT, dan 4.210 diantaranya dari UMKM,” ungkapnya.

Suparno menambahkan, tinggi-renadahnya pencapaian, sangat bergantung pada good will para wajib pajak untuk melaporkan hartanya. Selama ini, terangnya, pihaknya telah gencar melakukan sosialisai, baik melalui media masa maupun himbauan secara langsung kepada para wajib pajak.

“Untuk wajib pajak yang belum mengikuti program tax amnesty, masih ada kesempatan hingga 31 Maret 2017. Kami berharap sisa waktu yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Dalam rangka itu, Suparno mengaku Kanwil DJP Nusra akan memperpanjang waktu pelayanan kepada wajib pajak yang ingin melaporkan hartanya, mulai tanggal 27-30 Maret 2017 mendatabg. Pada tanggal tersebut, Kanwil DJP Nusra akan melayani wajib pajak sampai pukul 19:00 WITA.

“Khusus pada tanggal 31 Maret, pelayanan sampai pukul 24:00 Wita,” pungkasnya.

EDITOR: Harun S

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...