PVMBG Pantau Kandungan Gas SO2 Gunung Agung

0
50
Gunung Agung erupsi
Gunung Agung meletus dengan tinggi 3.000 m pada 26/11/2017 pukul 22 WITA. (Foto: Dok BNPB)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau kandungan gas magmatik sulfur dioksida (SO2) yang keluar dari permukaan kawah Gunung Agung, menggunakan alat minidoas.

“Sampai saat ini, kami terus memantau gas-gas magmatik (CO2, SO2 dan lainnya) Gunung Agung ini yang semakin dekat kepermukaan kawah,” kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, saat ditemui di Pos Pantau Gunung Agung, Karangasem, Rabu (29/11).

Ia menuturkan, berdasarkan pengukuran kandungan gas magmatik sebelum terjadinya erupsi pada Selasa (28/11) lalu. Pada Pukul 10.00 Wita, petugas PVMBG menemukan kandungan material dalam magma mencapai 2.000 hingga 3.000 ton per harinya.

Selain itu, dalam pengamatan satelit NASA modis, terlihat letusan Gunung Agung menghasilkan SO2 yang sangat signifikan atau cukup besar.

“Saat melakukan pengukuran gas magmatik sulfur dioksida (SO2) yang telah keluar dari permukaan kawah dan terurai, tim langsung mengukurnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila magma yang mengandung SO2 ini berada di kedalaman yang dangkal, maka potensi ke depannya masih sangat memungkinkan terjadi erupsi susulan.

“Bahaya gas SO2 ini saat terjadinya erupsi akan berdampak pada lontaran material magmatik hingga radius delapan kilometer hingga perluasan sektoral sepuluh kilometer,” ujarnya.

Namun, yang lebih berbahaya apabila menghirup gas karbondioksida (CO2) karena zat itu tidak berbau dan berwarna. Namun, gas ini berada di dekat aktivitas vulkaniknya.

Ia menceritakan, seperti kejadian di Gunung Nios, Kamerun terjadi kematian masal disalah satu desa akibat menghirup gas CO2 ini yang dikeluarkan dari puncak gunung.

Kemudian, saat udara lembab udara ini bisa turun ke pemukiman sehingga terhiruplah oleh warga sekitar.

“Oleh karenanya, gas magmatik CO2 dari gunung memiliki massa yang sangat berat dibandingkan dengan udara sekitarnya, CO2 ini bisa kontak dengan udara lembab,” ujarnya.

“Nah, untuk Gunung Agung ini, sampai saat ini belum ada menandakan mengeluarkan zat CO2 dari puncak gunung, karena angin bertiup lumacan kencang sehingga suhu udara tidak lembab,” ujarnya. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sudirman Said - Ida Fauziah

Sudirman: Jika Tangkap Teroris Cepat, Tentu Polisi Juga Bisa Cepat Tangkap Akun Penyebar Fitnah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah nomor urut dua, Sudirman Said berencana akan melaporkan pihak-pihak yang memfitnah dirinya dan calon Wakil Gubernur...
Ida Fauziyah

Ida Fauziyah: Fitnah Dilakukan Secara Sistematis dan Terencana Lewat Sosial Media

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menilai fitnah melalui media sosial terhadap dirinya dan calon Gubernur Sudirman Said dilakukan secara sistematis...
Sudirman Said - Ida Fauziah

Sudirman Ungkap Keterlibatan Petinggi Partai Pengusung Ganjar Terkait Video Fitnah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyebut adanya oknum petinggi partai pengusung petahana yang diduga berada di belakang beredarnya video fitnah di...

Trump Pisahkan Anak dan Orangtua, Menlu Meksiko: Tindakan Tidak Manusiawi

MEKSIKO, SERUJI.CO.ID -  Menteri Luar Negeri Meksiko pada Selasa (19/6) menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua pendatang di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko kejam dan tidak manusiawi...
Nu dukung Khofifah

Awasi Pencoblosan, Khofifah Tegaskan Akan Maksimalkan Tim Saksi

BLITAR, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan memaksimalkan tim saksi, mengawasi pelaksanaan pencoblosan dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018, yang akan...