Polda NTB Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, memusnahkan 13.387 botol minuman keras berbagai jenis, baik produksi tradisional dan berlabel hasil Operasi Pekat 2018.

Kapolda NTB Brigjen Pol Achmat Juri dalam giat pemusnahannya di Mapolda NTB, Rabu (16/5), mengatakan, Operasi Pekat 2018 yang telah digelar dua pekan lalu di akhir April dilaksanakan untuk menjaga kondusivitas selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah.

“Minuman keras ini bagian dari penyakit masyarakat. Ini tumbuh terus, jadi kita harus tetap giat mengambil tindakan lapangan,” kata Brigjen Pol Ahmat Juri di Mataram, Rabu (16/5).

Karena dengan mengonsumsi minuman keras, jelasnya, dapat memicu perbuatan kejahatan yang tentunya bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Efeknya berganda. Emosional terganggu, jadi akan membuat orangnya gampang marah,” ujarnya.

Sebanyak 13.387 botol minuman keras berbagai jenis hasil sitaan Polda NTB beserta seluruh jajarannya ini terdiri dari 5.672 botol brem, 4.168 botol tuak, 3.535 botol tuak, 320 botol arak, 130 botol whiskey, dan 12 botol miras oplosan.

Dalam giat penindakannya, pihak kepolisian tidak hanya melakukan penyitaan barang bukti. Sejumlah produsen besar juga ikut diringkus.

Namun dalam proses penanganannya, pihak kepolisian sampai saat ini belum dapat menerapkan hukum pidana yang diatur dalam KUHP. Melainkan hanya dalam bentuk sanksi sosial seperti yang diterapkan dalam peraturan daerah. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi