Pengamat: Jadwal Kunjungan ke Komodo Perlu Diatur

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pengamat Ekonomi James Adam mengatakan jadwal kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo perlu diatur untuk menghindari dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan atau habitat satwa Komodo.

“Salah satu formulasi yang dapat diterapkan otoritas terkait dengan pembagian waktu atau seperti pola shift sehingga wisatawan tidak membeludak masuk serentak ke kawasan wisata Komodo,” kata Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi (SEI) Provinsi NTT di Kupang, Selasa (24/4).

Ia mengatakan terkait rencana otoritas Balai TN Komodo yang menata kembali arus wisatawan dengan membatasi jumlah kunjungan untuk menghindari dampak kelebihan kapasitas (overcapacity) terhadap kawasan wisata Komodo .

Jumlah kunjungan yang semakin membeludak dikhawatirkan akan berdampak pada lingkungan atau habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) itu.

Mantan dosen Fakultas Ekonomi Universitas Artha Wacana Kupang itu mengatakan, pada prinsipnya jumlah wisatawan ke TN Komodo sebenarnya tidak boleh dibatasi karena pemerintah juga sedang gencar membangun sektor pariwisata.

“Sehingga bukan membatasi jumlah kunjungan karena bisa menimbulkan salah persepsi bagi wisatawan yang mau datang, namun pembagian jumlah dan waktu ditata secara baik sesuai dengan daya dukung kawasan yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, pembagian jumlah dan waktu ini untuk mencegah dampak kunjungan wisatawan yang membeludak yang mengancam kepunahan satwa Komodo dan habitatnya.

“Untuk itu perlu diatur, jadi pada shift tertentu jumlah pengunjung yang masuk diperbolehkan sekian orang, setelah itu lainnya dan seterusnya,” katanya.

Menurutnya, pembagian pola kunjungan juga dapat mempermudah pelayanan dan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan di dalam kawasan wisata Komodo.

“Sehingga bisa terpantau dengan baik untuk menghindari aktivitas-aktivitas wisatawan yang merugikan selama berada dalam kawasan Komodo dan sebagainya,” katanya.

Selanjutnya, kata James, para pelaku wisata seperti agen-agen travel yang hendak membawa wisatawan ke TN Komodo juga bisa mengetahui jumlah dan waktu kunjungan untuk disesuaikan.

Balai TN Komodo mencatat arus wisatawan ke kawasan wisata setempat terus melonjak seiring waktu. Dalam tahun 2017, jumlah wisatawan ke TN Komodo tercatat mencapai sekitar 122.000 orang atau naik dari tahun 2016 sebanyak 82.000 orang. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER