Pemprov NTT Anggarkan Rp12 Miliar Pengadaan Komputer Sekolah


KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan anggaran Rp12 miliar untuk pengadaan komputer dalam menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun 2019 yang akan berlangsung serentak di 641 sekolah.

“Pemerintah pusat telah memutuskan bahwa pada 2019 pelaksanaan UNBK wajib dilaksanakan SMA/SMK seluruh Indonesia. Kami sudah mengantisipasinya dengan melakukan pengadaan komputer untuk SMA/SMK di NTT,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan NTT Alo Min kepada Antara di Kupang, Kamis (5/4).

Ia menjelaskan, anggaran Rp12 miliar yang dialokasikan tahun 2018 untuk pengadaan komputer serta server dalam mendukung kegiatan pelaksanaan UNBK serentak pada 2019 yang akan berlangsung di 641 SMA/SMK di provinsi berbasis kepulauan itu .

“Dana itu belum bisa mampu memenuhi kebutuhan semua SMA/SMK di NTT sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat dan pemerintah daerah di kabupaten/kota untuk ikut membantu melakukan pengadaan komputer dalam mendukung pelaksanaan UNBK serentak pada 2019 itu,” tegas Alo.

Alo menjelaskan, ujian nasional dengan sistem UNBK memiliki manfaat karena terjadi penghematan anggaran karena tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan soal ujian, anggaran distribusi soal ujian ke daerah serta pengamanan dilakukan petugas keamanan.

“Ada penghematan anggaran yang begitu besar dengan adanya UNBK. Kita tidak perlu kwatir adanya soal ujian yang bocor karena siswa langsung bekerja melalui sistem online dengan hasil ujian tidak dapat dimanipulasi. Sistem UNBK menghemat uang negara,” tegas Alo.

Menurut dia, pengadaan komputer untuk mendukung pelaksaan UNBK di NTT itu merupakan investasi awal namun memiliki manfaat dalam waktu yang lama karena dapat digunakan para siswa setempat setiap UNBK berlangsung.

“Fasilitas itu tidak hanya digunakan sekali tetapi akan berlangsulang setiap tahun,” kata Alo menambahkan.

Ia mengatakan, anggaran sebesar Rp12 miliar dari APBD I NTT itu belum mampu memenuhi kebutuhan komputer semua sekolah di NTT, sehingga perlu dilakukan secara bertahap setiap tahun untuk melakukan pengadaan komputer bagi kebutuhan di 641 sekolah di NTT. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close