Pemkot Mataram Tidak Dapat Memutus Peredaran Tuak

0
60
  • 3
    Shares
tuak

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengatakan tidak dapat memutus mata rantai peredaran minuman keras tradisional jenis tuak.

“Sebelum Belanda masuk ke Indonesia, tuak sudah ada karena bagian adat dan budaya. Bahkan saat perayaan upacara Nyepi yang menampilkan drama musikal, tuak turut ditampilkan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram, Selasa (27/3).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi masih adanya pedagang tuak di sejumlah titik di kota ini, yang berjualan secara demonstratif meskipun telah mendapatkan dana kompensasi agar mereka mengganti jenis dagangannya.

Di samping itu, lanjutnya, masih adanya penjual tuak dipicu juga karena kebutuhan masyarakat sehingga sesuai dengan hukum ekonomi selama masih ada masyarakat yang mencari tuak, tetap menjadi peluang bagi pedagang tuak.

Oleh karena itu, upaya yang dilakukannya saat ini adalah menerapkan upaya repetisi guna mengantisipasi pedagang minuman keras tradisional jenis tuak yang masih berjualan secara demonstratif.

Upaya repetisi atau peneguran berulang-ulang kepada para pedagang tuak dilakukan secara rutin hingga pedagang bosan melalui kegiatan patroli.

“Setiap malam anggota kami turun patroli, memantau sejumlah titik pedagang tuak yang masih terindikasi berjualan secara terbuka,” katanya.

Sejak dirinya dilantik menjadi Kasatpol PP Kota Mataram pada Rabu (17/1), ia telah berkomitmen memberikan atensi penanganan khusus terhadap pedagang tuak terutama yang sudah mendapatkan kompensasi dari pemerintah kota untuk mengganti jenis usahanya dengan usaha lain.

Penertiban terhadap pedagang minuman keras itu sebagai salah satu implementasi dari Perda Kota Mataram Nomor 2 tahun 2015 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol, termasuk minuman keras tradisional.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan dari konsumsi minuman keras tersebut telah menimbulkan banyak permasalahan di masyarakat.

Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan perhatian luar biasa untuk mengatasi sumber permasalahan yaitu menertibkan penjualan minuman keras.

“Kerap kali minuman keras ini menjadi pemicu konflik yang tidak jarang bahkan melebar menjadi konflik yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat,” katanya.

Terkait dengan itu, dengan upaya repetisi diharapkan bisa memberikan kesadaran bagi para pedagang, agar tidak berjualan secara demonstratif sehingga tidak menarik perhatian anak muda. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU