Pemkot Mataram Tidak Dapat Memutus Peredaran Tuak

0
57
tuak

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengatakan tidak dapat memutus mata rantai peredaran minuman keras tradisional jenis tuak.

“Sebelum Belanda masuk ke Indonesia, tuak sudah ada karena bagian adat dan budaya. Bahkan saat perayaan upacara Nyepi yang menampilkan drama musikal, tuak turut ditampilkan,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram, Selasa (27/3).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi masih adanya pedagang tuak di sejumlah titik di kota ini, yang berjualan secara demonstratif meskipun telah mendapatkan dana kompensasi agar mereka mengganti jenis dagangannya.

Di samping itu, lanjutnya, masih adanya penjual tuak dipicu juga karena kebutuhan masyarakat sehingga sesuai dengan hukum ekonomi selama masih ada masyarakat yang mencari tuak, tetap menjadi peluang bagi pedagang tuak.

Oleh karena itu, upaya yang dilakukannya saat ini adalah menerapkan upaya repetisi guna mengantisipasi pedagang minuman keras tradisional jenis tuak yang masih berjualan secara demonstratif.

Upaya repetisi atau peneguran berulang-ulang kepada para pedagang tuak dilakukan secara rutin hingga pedagang bosan melalui kegiatan patroli.

“Setiap malam anggota kami turun patroli, memantau sejumlah titik pedagang tuak yang masih terindikasi berjualan secara terbuka,” katanya.

Sejak dirinya dilantik menjadi Kasatpol PP Kota Mataram pada Rabu (17/1), ia telah berkomitmen memberikan atensi penanganan khusus terhadap pedagang tuak terutama yang sudah mendapatkan kompensasi dari pemerintah kota untuk mengganti jenis usahanya dengan usaha lain.

Penertiban terhadap pedagang minuman keras itu sebagai salah satu implementasi dari Perda Kota Mataram Nomor 2 tahun 2015 tentang Pengendalian Minuman Beralkohol, termasuk minuman keras tradisional.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan dari konsumsi minuman keras tersebut telah menimbulkan banyak permasalahan di masyarakat.

Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan perhatian luar biasa untuk mengatasi sumber permasalahan yaitu menertibkan penjualan minuman keras.

“Kerap kali minuman keras ini menjadi pemicu konflik yang tidak jarang bahkan melebar menjadi konflik yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat,” katanya.

Terkait dengan itu, dengan upaya repetisi diharapkan bisa memberikan kesadaran bagi para pedagang, agar tidak berjualan secara demonstratif sehingga tidak menarik perhatian anak muda. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...