Pemkot Mataram Minta Kader Posyandu Tingkatkan Edukasi Stunting

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat meminta kader posyadu meningkatkan sosialisasi tentang stunting yang saat ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Pejabat Sementara Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Senin (4/6), mengatakan masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan memengaruhi pertumbuhan struktur tulang anak menjadi tidak baik dan bentuk fisik tidak sesuai dengan usianya.

“Dalam hal inilah, tenaga kader posyandu perlu bekerja lebih maksimal melakukan penyadaran dan sosialisasi kepada masyarakat termasuk ibu hamil,” katanya di sela penyerahan insentif kepada 350 kader posyandu yang merupakan perwakilan dari 1.751 kader di Mataram.

Kesehatan ibu hamil, katanya, memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan karenanya edukasi kepada ibu hamil secara rutin harus terus dilakukan agar status gizi ibu dan bayi dapat terus terpantau.

“Termasuk kepada pasangan usia subur sehingga apa yang kita khawatirkan terhadap masalah-masalah kesehatan bisa diminimalisir karena stunting juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan,” katanya.

Kader posyandu, lanjut Mohan, merupakan kepanjangan tangan pemerintah dan kepanjangan tangan dari puskesmas untuk memberikan edukasi, informasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Ia mengatakan para kader posyandu bersumber dari masyarakat, lahir di masyarakat, dipilih oleh masyarakat dan bekerja untuk masyarakat.

Oleh karena itu, para kader posyandu mewakafkan waktu hanya untuk memberikan kebaikan kepada masyarakat.

Mohan bersyukur di tengah-tengah kehidupan yang serba konsumtif masih ada orang-orang yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk memiliki komitmen sosial terhadap masyarakat.

“Mohon supaya semangat ini dipertahankan dan mohon supaya jiwa ini tetap ada disanubari ibu semua karena tentu kami sangat membutuhkan bantuan kerja sama ibu-ibu semua dalam rangka menyukseskan program-program pembangunan khususnya bidang kesehatan,” ujarnya.

Kegiatan itu dilanjutkan dengan pemberian secara simbolis insentif dan bingkisan yang berisi gula, minyak, teh, dan tepung oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita Kota Mataram N.D. Kinnastri Roliskana kepada perwakilan kader posyandu. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER