Pemkot Kupang Tertibkan Perwali Penutupan Tempat Prostitusi

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, segera menerbitkan peraturan wali kota (Perwali) sebagai payung hukum untuk menutup tempat prostitusi di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu.

“Kami segera menggodok aturan tentang penutupan lokalisasi di Kota Kupang karena kehadiran tempat prostitusi berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man pada upacara HUT ke-22 Otonomi Daerah (OTDA) Kota Kupang di Kupang, Rabu (25/4).

Ia mengatakan, penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kota Kupang semakin meningkat sehingga perlu paya pengendalian melalui penutupan lokalisasi.

Herman mengatakan, meningkatnya penyebaran HIV/AIDS di ibu kota provinsi berbasis kepulauan itu merupakan dampak tumbuhnya lokalisasi prostitusi yang menjamur di Kota Kupang.

“Pemerintah segera membuat payung hukum menutup tempat prostitusi di Kota Kupang,” tegasnya.

Ia mengatakan, kehadiran tempat prostitusi memiliki dampak negatif baik ekonomi, sosial dan keamanan daerah ini.

Herman menambahkan, Kota Kupang sebagai Kota Kasih tentu harus bebas dari prostitusi.

Sementara itu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang mencatat selama 2017 menemukan 13.000 penderita HIV/AIDS baru melalui pemerikaan darah secara sukarela warga setempat.

“Dalam 2017 kami temukan 13.000 penderita HIV/AIDS baru di Kota Kupang. Ini fakta dan angka ini cukup tinggi,” kata Sekretaris KPA Kota Kupang Agus Bebok.

Ia mengatakan, penderita HIV/AIDS baru di Kota Kupang itu merupakan ibu rumah tangga yang secara suka rela melakukan pemeriksaan darah saat berlangsung kegiatan sosialisasi penanggulangan AIDS di semua kelurahan Kota Kupang pada 2017. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Prabowo Subianto, “What Is To Be Done”: Catatan atas Pidato Prabowo

Pidato Prabowo Subianto menggelegar di bumi nusantara kemarin malam. Jutaan atau puluhan juta menyaksikan pidato visi-misi tersebut. Dari sisi pidato, Prabowo luar biasa, mampu sebagai "singa podium", yang menjelaskan pikiran-pikirannya seolah berinteraksi dengan suasana audiens dan seolah tanpa teks.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER