Pemkot Kupang Perbaiki Drainase di 12 Kelurahan

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur telah memperbaiki sistem drainase di 12 kelurahan yang merupakan kawasan rawan banjir di daerah itu.

Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore di Kupang, Selasa, menegaskan Pemerintah Kota Kupang telah melakukan rehabilitas terhadap lokasi rawan genangan banjir di Kota Kupang.

“Jaringan drainase yang sudah dibangun pada tahun 2017 mencapai 2.079 meter tersebar di 12 kelurahan, sehingga dalam musim hujan awal tahun 2018 ini genangan banjir bisa teratasi di beberapa daerah itu,” kata dia.

Ia mengatakan pembangunan drainase mencapai 2.079 meter itu meliputi Kelurahan Nunbaun Sabu sepanjang 143 meter, Bakunase II sepanjang 111 meter, Mantasi 210 meter dan Naikolan 112 meter.

Selain itu, lokasi rawan banjir di Kelurahan Fontein juga telah dibangun drainase 440 meter dan Alak 161 meter.

Pembangunan drainase juga dilakukan di tiga kelurahan lainnya, yaitu Oesapa Barat 143 meter, Kuanino 220 meter, dan Oetete 233 meter.

Pemerintah Kota Kupang juga telah membangun satu titik lokasi peresapan air di Kelurahan Kelapa Lima.

“Pembangunan drainase dan peresapan air itu dilakukan Pemerintah Kota Kupang guna mengatasi banjir yang selalu dikeluhkan warga Kota Kupang ketika daerah ini memasuki musim hujan,” kata Jefri.

Pembangunan drainase, katanya, bukan merupakan satu-satunya solusi dalam mengatasi masalah genangan banjir yang selalu melanda wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT itu, dukungan dan partisipasi masyarakat Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan serta pemanfaatan ruang yang ada sebagai hal yang diperlukan.

“Jangan membuang sampah dalam saluran air. Buang sampah pada tempat pembuangan sampah yang telah disiapkan pemerintah,” kata Jefri. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER