Pemkab Klungkung Siap Salurkan 85,6 Ton Rastra

SEMARAPURA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali siap menyalurkan 85,6 ton beras sejahtera (Rastra) secara gratis kepada 8.560 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di empat kecamatan daerah itu.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana di Semarapura, Kamis (22/3) mengatakan, dalam tahun 2018 setiap keluarga penerima manfaat akan menerima sepuluh kilogram beras kualitas medium secara cuma-cuma.

Hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni setiap KPM menerima jatah beras 15 kilogram dengan biaya tebus Rp1.600/kg.

Seusai acara peluncuran rastra di depan Kantor Bupati Klungkung, ia mengatakan, sebagai konsekuensi dari peluncuran program bantuan sosial Rastra tersebut, diperlukan upaya dan tindakan dalam penyaluran bansos rastra dan integrasi program menuju program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Untuk itu di Kabupaten Klungkung daftar penerima manfaat program Bansos Rastra berdasarkan data dari Kementerian Sosial RI sebanyak 8.560 KPM.

Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan yang meliputi Kecamatan Klungkung 1.583 KPM, Kecamatan Dawan 1.112 KPM, Kecamatan Banjarangkan 1.273 KPM dan Kecamatan Nusa Penida 4.592 KPM.

Ke depan seluruh para penerima bantuan itu akan dibuatkan kartu sebagai identitas penerima bansos rastra, ujar Ida Bagus Anom Adnyana.

Sementara Kepala Bidang Pengadaan dan Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Divisi Regional Bali, I Made Agustama menjelaskan, untuk jatah Rastra di Kabupaten Klungkung tahun 2018 sebanyak 85.600 kg atau 85,6 ton setiap alokasi (bulan).

Pendistribusiannya diterbitkan melalui Surat Perintah Penyaluran (SPP) dari Kementerian Sosial yang diteruskan ke Perum Bulog Wilayah Bali untuk disalurkan. Untuk Klungkung alokasi Bansos Rastra sebanyak 85,6 ton setaiap bulan, ujarnya.

Pejabat sementara Bupati Klungkung I Wayan Sugiada yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Setda Klungkung, Ni Wayan Ringin menyampaikan penyaluran Bansos Rastra merupakan program yang sangat membantu kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dinilai sangat penting, terutama dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga yang tergolong ekonomi rendah. Semoga penyaluran bansos rastra ini mampu terlaksana secara maksimal, sesuai tujuan yang diharapkan, ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER