close

Besok, Polda NTB Periksa Pemilik Rumah Mengenal Alquran

MATARAM – Siti Aisyah (SA), pemilik Rumah Mengenal Alquran (RMA), akan dipanggil oleh penyidik Polda NTB, Jumat (24/2). Dikatakan oleh Kabidhumas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti, Rabu (22/2) kemarin, penyidik akan segera melakukan pemeriksaan terhadap SA.  Pemanggilan Jumat besok untuk mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam kasus penistaan terhadap agama.

“Sudah resmi jadi tersangka,” kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti,

SA dilaporkan oleh MUI NTB atas dugaan penistaan agama pada akhir Januari lalu. Keputusan tersebut diambil setelah penyidik dari Polda NTB melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta bukti-bukti yang ada.

Seperti diketahui pada akhir Januari 2017 lalu, masyarakat Kota Mataram digegerkan dengan isu aliran sesat yang diduga diajarkan oleh Rumah Mengenal Alquran yang dikelola SA. Pasalnya, yang bersangkutan berpemahaman bahwa hanya Alquran satu-satunya rujukan umat Islam. Sedangkan hadits ia tidak mempercayainya. Bahkan, di laman Facebook yang dikelola RMA, tertulis “Hadits Bukhari dan Muslim adalah hoax.


Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, MUI NTB langsung memanggil SA untuk dimintai keterangannya. Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Polda NTB tersebut, MUI mencoba meluruskan pemahaman SA yang dianggap keliru dan memintanya segera bertaubat. Namun, SA tetap tak bergeming. Ia kukuh dengan pendiriannya.

“Ini luar biasa. Tidak ada yang diterima semuanya. Yang benar hanya dia, yang lain salah semua. Kami menyatakan yang bersangkutan sesat,” kata Ketua MUI NTB Saiful Islam, usai pertemuan, kala itu. Buntut dari pernyataan Saiful Islam, SA dilaporkan ke Polda NTB atas dugaan menista agama.

EDITOR: Rizky

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tolak PPDB Zonasi Yang Tidak Berkeadilan, KOMPAK Siang Ini Geruduk Grahadi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Ratusan orang tua yang tergabung dalam...

Kuasa Hukum Jokowi-KH Ma’ruf Siap Hadapi Saksi Dari Pihak Prabowo-Sandi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim kuasa hukum Jokowi-KH Ma'ruf Amin...

Sidang Ketiga Sengketa Pilpres 2019 Akan Digelar Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (19/6) pagi...

Wagub Jabar: PPDB Zonasi Upaya Pemerataan Pendidikan

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul...

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).

Persijap Jepara Target Gelar Laga Uji Coba Maksimal Tiga Kali

JEPARA, SERUJI.CO.ID - Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, menargetkan menggelar...

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Dinilai Bermasalah, Warga Surabaya Minta PPDB SMAN Online Dihentikan dan Evaluasi

“Sistem IT untuk seleksi yang dibangun teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya -red) ternyata belum siap, belum ada uji coba yang layak, sehingga saat pelaksanaan data pemeringkatannya kacau balau,” ungkap Jospan lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (18/6).