Besok, Polda NTB Periksa Pemilik Rumah Mengenal Alquran

96
Siti Aisyah bersama anaknya. (Foto: Radar Lombok)

MATARAM – Siti Aisyah (SA), pemilik Rumah Mengenal Alquran (RMA), akan dipanggil oleh penyidik Polda NTB, Jumat (24/2). Dikatakan oleh Kabidhumas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti, Rabu (22/2) kemarin, penyidik akan segera melakukan pemeriksaan terhadap SA.  Pemanggilan Jumat besok untuk mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam kasus penistaan terhadap agama.

“Sudah resmi jadi tersangka,” kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti,

SA dilaporkan oleh MUI NTB atas dugaan penistaan agama pada akhir Januari lalu. Keputusan tersebut diambil setelah penyidik dari Polda NTB melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta bukti-bukti yang ada.

Seperti diketahui pada akhir Januari 2017 lalu, masyarakat Kota Mataram digegerkan dengan isu aliran sesat yang diduga diajarkan oleh Rumah Mengenal Alquran yang dikelola SA. Pasalnya, yang bersangkutan berpemahaman bahwa hanya Alquran satu-satunya rujukan umat Islam. Sedangkan hadits ia tidak mempercayainya. Bahkan, di laman Facebook yang dikelola RMA, tertulis “Hadits Bukhari dan Muslim adalah hoax.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, MUI NTB langsung memanggil SA untuk dimintai keterangannya. Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Polda NTB tersebut, MUI mencoba meluruskan pemahaman SA yang dianggap keliru dan memintanya segera bertaubat. Namun, SA tetap tak bergeming. Ia kukuh dengan pendiriannya.

“Ini luar biasa. Tidak ada yang diterima semuanya. Yang benar hanya dia, yang lain salah semua. Kami menyatakan yang bersangkutan sesat,” kata Ketua MUI NTB Saiful Islam, usai pertemuan, kala itu. Buntut dari pernyataan Saiful Islam, SA dilaporkan ke Polda NTB atas dugaan menista agama.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama