Pemahaman Masyarakat tentang BI Masih Rendah

0
108
  • 29
    Shares
Gunting pita : Deputi BI, Rosmaya Hadi (jilbab merah), didampingi Wagub NTB, HM Amin (Kanan) dan rektor Universitas Hamzanwadi, Siti Rohmi Jalilah (jilbab putih), saat meresmikan BI Corner, Jumat (3/3).

MATARAM – Pengetahuan akan dunia moneter, finansial dan ekonomi, belum begitu memasyarakat, terutama di kalangan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut terungkap saat acara peresmian Bank Indonesia Corner (BI Corner), oleh Deputi Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Lombok Timur, Jum’at (3/3).

Terkait hal itu, sosialisasi serta pemahaman perlu terus menerus dilakukan, terutama tentang peran sentral BI dalam menjaga stabilitas perekonomian negara, agar generasi penerus bangsa dapat memahaminya dengan baik.

Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Gubernur NTB, H. Mohammad Amin, pimpinan BI Wilayah NTB, Priyono, rektor Universitas Hamzanwadi, Siti Rohmi Jalilah serta anggota Komisi XI DPR RI Dapil NTB, Wilgo Zainar.

Rosmaya Hadi menjelaskan, tingkat kesadaran masyarakat terkait peran BI dalam perekonomian negara masih rendah.

“BI telah berupaya melakukan sosialisasi dengan menyiapkan pojok informasi melalui perpustakaan-perpustakaan kecil yang didirikan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat,” jelas Rosmaya.

Diharapkan nantinya, lanjut Rosmaya, mahasiswa dapat mengenal BI lebih dekat melalui literatur yang tersedia, terutama tentang perekonomian, keuangan dan perbankan.

“Semoga dengan kehadiran pojok BI (BI Corner – Red) ini, dapat membantu menyiapkan generasi masa depan yang jauh lebih maju dalam menyambut tantangan perekonomian ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah yang ditempuh BI dengan mendirikan BI Corner di NTB. Ia mengatakan, generasi muda NTB sangat membutuhkan fasilitas yang menyediakan informasi dan literatur tentang perekonomian.

“Pemerintah sepenuhnya mengapresiasi pendirian BI Corner ini, karena pemahaman tentang dunia moneter, finansial dan perekonomian adalah kunci keberhasilan generasi muda dalam mengembangkan potensi diri dan daerah,” katanya.

Muhammad Amin juga berharap, kehadiran BI Corner di lingkungan kampus Universitas Hamzanwadi ini, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuannya tentang perekonomian.

“Mudah-mudahan, BI Corner dapat menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa di NTB, untuk terus mengembangkan potensi dirinya, sehingga melahirkan kualitas SDM yang jauh lebih baik,” tutup Amin.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU