Pemahaman Masyarakat tentang BI Masih Rendah

MATARAM – Pengetahuan akan dunia moneter, finansial dan ekonomi, belum begitu memasyarakat, terutama di kalangan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut terungkap saat acara peresmian Bank Indonesia Corner (BI Corner), oleh Deputi Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Lombok Timur, Jum’at (3/3).

Terkait hal itu, sosialisasi serta pemahaman perlu terus menerus dilakukan, terutama tentang peran sentral BI dalam menjaga stabilitas perekonomian negara, agar generasi penerus bangsa dapat memahaminya dengan baik.

Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Gubernur NTB, H. Mohammad Amin, pimpinan BI Wilayah NTB, Priyono, rektor Universitas Hamzanwadi, Siti Rohmi Jalilah serta anggota Komisi XI DPR RI Dapil NTB, Wilgo Zainar.

Rosmaya Hadi menjelaskan, tingkat kesadaran masyarakat terkait peran BI dalam perekonomian negara masih rendah.

“BI telah berupaya melakukan sosialisasi dengan menyiapkan pojok informasi melalui perpustakaan-perpustakaan kecil yang didirikan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat,” jelas Rosmaya.

Diharapkan nantinya, lanjut Rosmaya, mahasiswa dapat mengenal BI lebih dekat melalui literatur yang tersedia, terutama tentang perekonomian, keuangan dan perbankan.

“Semoga dengan kehadiran pojok BI (BI Corner – Red) ini, dapat membantu menyiapkan generasi masa depan yang jauh lebih maju dalam menyambut tantangan perekonomian ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi langkah yang ditempuh BI dengan mendirikan BI Corner di NTB. Ia mengatakan, generasi muda NTB sangat membutuhkan fasilitas yang menyediakan informasi dan literatur tentang perekonomian.

“Pemerintah sepenuhnya mengapresiasi pendirian BI Corner ini, karena pemahaman tentang dunia moneter, finansial dan perekonomian adalah kunci keberhasilan generasi muda dalam mengembangkan potensi diri dan daerah,” katanya.

Muhammad Amin juga berharap, kehadiran BI Corner di lingkungan kampus Universitas Hamzanwadi ini, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuannya tentang perekonomian.

“Mudah-mudahan, BI Corner dapat menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa di NTB, untuk terus mengembangkan potensi dirinya, sehingga melahirkan kualitas SDM yang jauh lebih baik,” tutup Amin.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bangsa Gagal Nyintesis

Pemimpin Belum Lulus

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.