Nusantara Berhizib Dibanjiri Ribuan Jamaah NW

3
355
Suasana Nusantara Berhizib yang dibanjiri oleh jamaah NW. (Foto: Syamsul Bahri)

MATARAM – Ratusan ribu jamaah Nahdhatul Wathon (NW), memadati lapangan umum Sangkareang, Kota Mataram, dalam acara “Nusantara Berhizib”, Rabu (1/3). Mereka datang dari berbagai daerah di NTB, untuk memeriahkan rangkaian acara Hari Jadi (Hadi) NW ke-64 yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdhatul Wathon (PBNW), Nusa Tenggara Barat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNW Hj. Ummi Siti Raihanun Zainuddin Abdul Majid, Ketua Pengurus Wilayah NW NTB Tuan Guru Bajang HM. Zainuddin Ats-Tsani, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh dan segenap pengurus serta santri NW se-NTB.

Ketua panitia acara, HM. Syukri dalam laporannya mengatakan, peringatan Hadi NW ke-64 ini merupakan yang pertama kalinya digelar dan berbeda dengan peringatan hari ulang tahun (Hultah) NW yang diselenggarakan tiap tahunnya. Menurut Syukri, kegiatan tersebut merupakan realisasi dari UU No.17 Tahun 2013, PP Nomor 58 Tahun 2016, AD/ART  NW, dan Garis-Garis Besar Organisasi, serta keputusan Pengurus Wilayah NW Nomor 003/KPPSPWNW-NTB/II/2017.

“Kami sampaikan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini, sehingga berjalan dengan lancar,” katanya.

Sementara itu, Walikota Mataram H Ahyar Abduh, saat menyapaikan sambutan mengaku dirinya adalah bagian dari keluarga besar NW. Ia dulunya adalah santri NW dan menjadi pengurus pemuda NW Kota Mataram.

“Sekitar tahun 1987, saya bersama beberapa rekan mendirikan organisasi pemuda NW di Kota Mataram. Kami saat itu menghadap langsung kepada Maulana Syaikh, almaghfurullah TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid, dan beliau merestuinya,” cerita Ahyar mengenang masa lalunya.

“Dan sejak itu tercatat dalam sejarah, bahwa saya adalah sekretaris pemuda NW yang pertama untuk wilayah Kota Mataram.” terang Ahyar melanjutkan dan disambut gemuruh takbir ribuan jamaah yang hadir.

Ahyar berpesan agar jamaah NW tetap kompak dan bersatu untuk melanjutkan perjuangan NW ke depan. Kata Ahyar, sebagai murid dari Maulana Syaikh, jamaah NW punya kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan perjuangan NW di nusantara.

EDITOR: Rizky

 

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU