Menteri Perdagangan Tak Mampu Beli Sapi Pengungsi

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengaku tidak mampu membeli sapi milik warga pengungsi Gunung Agung, Karangasem, Bali, karena tidak memiliki dana.

“Kami tidak bisa membeli karena tidak punya uang, tetapi kami bisa menjadi regulatornya agar sapinya bisa terserap dan rakyat dapat keuntungan,” kata Menteri Enggartiasto Lukita saat ditemui di sela-sela kunjungannya di Pasar Badung, jantung Kota Denpasar, Jumat (6/10).

Pihaknya akan berkerja sama dengan Kementerian Pertanian agar petani bisa mendapatkan keutungan dan kebutuhan daging lokal bisa terserap.

Namun, politikus Partai NasDem tersebut tidak bisa memastikan kapan rencana itu bisa terealisasi.

“Secapatnya akan kami bahas dulu agar bisa terwujud segera,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengusulkan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita untuk membeli sapi ternak milik pengungsi Gunung Agung di Provinsi Bali.

“Saya usulkan ke Pemerintah Pusat untuk membeli sapi milik pengungsi di Bali,” ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan daging sapi secara nasional masih kekurangan 840 ribu ton sehingga menjadi solusi tepat karena pusat masih kekurangan daging sapi.

Di sisi lain, kata dia, pengungsi Gunung Agung dapat mengungsi dengan tenang karena sapinya sudah dibeli.

“Sampai saat ini, banyak pengungsi yang masih sering pulang ke rumah untuk memberi makan ternak mereka,” ucapnya. (Ant/SU02)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Berdagang Kemiskinan

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER