Mengaku Khilaf, Oknum DPRD Lobar Akhirnya Meminta Maaf

MATARAM – Setelah mendapatkan kecaman keras dari masyarakat, oknum anggota DPRD Lombok Barat, Fraksi Nasdem, Suhaili akhirnya meminta maaf. Ia mengaku khilaf atas postingan yang diunggahnya pada tanggal 16 Februari 2017 yang lalu di akun facebook miliknya.
 
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian dan keteledoran saya sehingga menyebabkan kekecewaan saudara saya sesama muslim,” terang Suhaili, sebagaimana yang ditulisnya dalam surat permohonan maaf dihadapan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan rekan separtainya, di kediamannya, Desa Terong Tawah Timur, Kecamatan Labu Api, Lombok Barat, Selasa (14/3).

Ia menambahkan, tidak ada sama sekali dalam benaknya unsur kesengajaan ketika memposting gambar tersebut untuk melecehkan agama Islam.

“Saya tidak pernah dengan unsur sengaja, mengupload, menshare, memposting gambar yang menghina agama saya sendiri,” sambungnya.

Ia pun berjanji, bila kejadian serupa terulang kembali, ia mengaku siap untuk diproses secara hukum. Ia juga siap menerima konsekuensi, bila ada salah seorang yang melaporkannya.

Sebelumnya, masyarakat Lombok Barat, dihebohkan dengan meme yang memuat gambar seorang pengendara gerobak yang ditarik seekor babi sedang berjalan menuju Ka’bah. Masyarakat menilai, poto meme yang diunggah politisi Nasdem ini telah menista agama.
 
Pasalnya yang bersangkutan menulis keterangan gambar yang diuploadnya dengan ilustrasi seolah-olah ingin menunaikan haji dengan mengendarai seekor babi.

“Inilah pituah orang 2 bijak biar lambat asal selamat. Supaya sampe tujuan kita ketanah suci makkah almukarromah. Mudah 2an kita semua bisa jadi tamu 2 nya alloh swt. aaaaaaminnnnnn ia Robbal alamin.” tulis Suhaili kala itu.

Namun, akibat postingan itu, bukannya simpati yang diraih, netizen malah mengecam Suhaili. Bahkan warga meminta agar ia diberhentikan sebagai anggota DPRD Lombok Barat. (Syamsul)

EDITOR: Iwan Y

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER