Masyarakat NTB Sumbang 200 Juta Untuk Palestina

Mataram – Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Nusa Tenggara Barat NTB), menerima sumbangan dari masyarakat sebesar Rp 200 juta. Sumbangan tersebut didapatkan dari kegiatan kunjungan ke sekolah-sekolah, madrasah, pondok pesantren, dan masjid-masjid yang terletak di dua kabupaten/Kota di NTB, yaitu yakni Kabupaten Lombok Timur dan Kota Mataram. Kegiatan ini dilakukan KNRP sejak Senin (29/01) yang lalu.

Sekretaris umum KNRP NTB, Lauhul Hamdi mengatakan, donasi yang diberikan oleh masyarakat NTB ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap bangsa Palestina. Selanjutnya, sumbangan tersebut akan disalurkan melalui KNRP Pusat di Jakarta.

“InsyaAllah, amanah masyarakat NTB ini akan kami salurkan ke rakyat Palestina melalui KNRP Pusat.” Terang Hamdi, saat ditemui usai sosialisasi kondisi Palestina terkini, bersama Syaikh Mahmoud Abu Bakr, ulama Palestina, di Masjid Raya Hubbul Wathan, Islamic Center pada Ahad (05/02) malam.

Ia melanjutkan, pada tahun 2006, KNRP menerima sumbangan sebesar Rp 1,1 Miliar dari masyarakat NTB. Rp 800 juta diantaranya sudah disalurkan ke rakyat Palestina.

Terkait situasi politik terkini, Hamdi menambahkan, bangsa Palestina semakin tertekan terutama pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat menggantikan Barack Obama.

“Kebijakan Trump yang ingin memindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerussalem membuat Zionis semakin jumawa dan mereka menjadikan isu tersebut sebagai senjata untuk menekan rakyat Palestina.” jelas Hamdi.

Untuk itu, kata Hamdi, dukungan moril dan materil dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan. Karena dengan cara itu Palestina tidak merasa ditinggalkan.

EDITOR: Harun S

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo, Jokowi dan Massa

Bila peristiwa 212 yang penuh makna direvisi pada versi pengkerdilan, sebuah perubahan sosial yang akan terjadi setelahnya sulit diprediksi. Itu seperti terjadi beberapa waktu sebelum keruntuhan rezim Suharto dua dekade lalu.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER