Krisis Suriah, Puluhan Mahasiswa Turun Ke Jalan

1
164
Peserta aksi dari Aliansi Peduli Suriah. (foto: SERUJI/Syamsul)

MATARAM – Krisis kemanusiaan di Suriah, nampaknya masih belum berakhir. Sejak meletusnya revolusi suriah pada tahun 2011 yang lalu, jutaan rakyat telah menjadi korban.  Terakhir, pada Selasa (4/4) lalu, rezim yang berkuasa saat ini menghujani kota Khan Syaikhun, Idlib, dengan gas beracun jenis Klorin. Akibatnya, ratusan penduduk di wilayah tersebut terpapar zat kimia berbahaya.

Hingga berita ini ditulis, sedikitnya 450 orang dilaporkan telah menjadi korban, setidaknya 78 orang tewas dan 350 lainnya mengalami luka-luka termasuk anak-anak.

Kondisi tersebut mengundang keprihatinan banyak pihak, salah satunya Aliansi Peduli Suriah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan gabungan dari beberpa organisasi seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) NTB, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Nusra, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) NTB dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram.

Mereka turun ke jalan, menyampaikan tuntutan agar pemerintah Indonesia ikut terlibat dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Suriah.

“Kami tidak peduli apapun yang melatar belakangi konflik di Suriah, tetapi faktanya konflik tersebut telah menyebabkan jutaan manusia kehilangan nyawa dan tempat tinggal,” kata Romi Saefudin, salah satu pimpinan aksi dalam orasinya di Perempatan Bundaran Bank Indonesia, Mataram, hari ini, Jum’at (7/4).

Romi meminta pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Jokowi, segera melakukan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik Suriah. “Presiden Jokowi tidak boleh berpangku tangan. Indonesia harus berperan aktif dan terlibat dalam mengatasi tragedi kemanusiaan,” katanya.

“Siapapun mereka yang menjadi korban, mereka adalah manusia yang berhak untuk hidup. Karena itu harus diselamatkan,” tambah Romi.

Aksi damai Aliansi Peduli Suriah ini, menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta seluruh masyarakat NTB khsususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk mendoakan keselamatan korban.

Kedua, menuntut kepada pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah untuk menahan diri dan tidak melakukan serangan kepada warga sipil. Ketiga, menuntut pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Jokowi-JK untuk terlibat secara aktif dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Suriah.

Terakhir, Aliansi Peduli Suriah juga menuntut dunia Internasional untuk turut aktif menyelesaikan permasalahan kemanusiaan yang ada di Suriah.

Dalam aksi damai tersebut, para aktivis juga menggalang dana kemanusiaan yang akan diberikan kepada masyarakat korban peperangan. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan yang selama ini konsen terhadap isu kemanusiaan di Suriah.

 

EDITOR: Iwan S

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...