KPU: Kasus Ijazah Palsu Cabup Tidak Pengaruhi Tahapan Pilkada

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Juru Bicara KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosafat Koli menegaskan, kasus dugaan ijazah palsu calon Bupati Sumba Barat Daya yang menyeret KPU ke meja persidangan kode etik, tak mempengaruhi tahapan pilkada serentak 2018 daerah itu.

“Tidak ada pengaruhnya terhadap tahapan pilkada yang sedang berjalan saat ini. Sidang kode etik yang digelar terhadap KPU Sumba Barat Daya hanya untuk memastikan bahwa apakah proses menuju penetapan calon sudah sesuai aturan atau tidak,” kata Yosafat Koli kepada Antara di Kupang, Jumat (16/3).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan kemungkinan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan bahwa ada pelanggaran kode etik oleh KPU Sumba Barat Daya (SBD), dalam aduan kasus dugaan ijazah palsu calon Bupati SBT atas nama Markus Dairo Talu dan dampaknya terhadap tahapan pilkada daerah itu.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Kamis (15/3) menggelar sidang kode etik terhadap Ketua KPU dan Ketua Panwaslu Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dalam kasus pengaduan ijazah palsu salah satu calon Bupati Sumba Barat Daya.

Sidang kode etik ini dipimpin Ketua Majelis, Prof Teguh Prasetyo SH MH didampingi tiga anggota majelis yakni anggota KPU NTT Gasim, Ketua Bawaslu NTT Thomas Mauritus Djawa dan Bahrudin Gesi.

Sidang yang digelar di aula Sekretariat Bawaslu NTT itu sebagai tindak lanjut pengaduan dari Aliansi Peduli Demokrasi Jujur dan Adil SBD, terkait dugaan ijazah palsu calon Bupati SBD Markus Dairo Talu.

Ketua Majelis Teguh Prasetyo mengatakan, sidang kode etik ini dalam kerangka pengumpulkan fakta, dan kemungkinan alat bukti atau barang bukti yang belum diterima pada saat DKPP menerima pengaduan.

Fakta dan alat bukti ini penting agar hakim komisioner DKPP dapat mengambil keputusan secara adil dan berimbang.

Yosafat Koli menambahkan, sebagai penyelenggara, KPU telah melakukan tugas sesuai dengan tata aturan yang berlaku dalam melaksanakan seluruh tahapan pilkada.

Sebelum menetapkan calon misalnya, KPU terlebih dahulu melakukan pemeriksaan syarat calon dan melakukan klarifikasi syarat calon sebelum ditetapkan menjadi calon.

Berdasarkan hasil klarifikasi KPU, kata dia, instansi yang mengeluarkan surat legalisir ijazah atas nama Markus Dairo Talu mengakui benar adanya.

Atas dasar itu, KPU berpendapat bahwa ijazah Markus Dairo Talu sebagai salah satu syarat pencalonan memenuhi syarat dan tidak ada masalah, katanya menjelaskan.

Mengenai kemungkinan ijazah palsu, dia mengatakan, kalaupun kemudian ada yang mengatakan bahwa ijazah yang digunakan adalah palsu maka harus dibuktikan melalui proses persidangan di pengadilan.

Pengadilan yang berwenang menyatakan bahwa ijazah itu palsu atau bukan. KPU tidak memiliki kewenangan tetapi hanya melakukan klarifikasi kepada instansi yang berwenang, kata Yosafat Koli. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ