KPPI Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Politisi Perempuan Se-NTB

1
72
Para peserta berpose bersama dalam workshop KPPI di NTB.

MATARAM – Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas perempuan dalam politik, Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP) Wilayah NTB, menggelar workshop peningkatan kapasitas perempuan legislatif dan perempuan politik se-Nusa Tenggara Barat, pada 11-13 Februari 2017 di Hotel Jayakarta, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaida, Ketua Komisi V DPRD NTB Wartiah, anggota DPRD Lombok Barat Nurul Adha Muharrar, Politisi PKS Istiningsih, Fungsionaris DPP Partai Golkar Nurul Arifin, dan sejumlah politisi perempuan NTB lainnya yang kini duduk sebagai legislator, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Gubernur NTB KH M. Zainul Majdi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten lll  Bachrudin sangat mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Mengingat keterwakilan perempuan dalam parlemen, belum mencapai angka 30 persen, sesuai dengan amanat undang-undang.

“Secara rata-rata saat ini, keterwakilan perempuan masih sangat jauh dari kuota 30 persen. Di DPR RI, keterwakilan perempuan baru pada angka 17,32 persen. Di DPD RI, baru 25,76 persen. Sementara di DPRD provinsi baru 16,15 persen, dan DPRD kabupaten/kota baru 14,15 persen,” tandasnya.

Gubernur memandang langkah yang diambil oleh KPP NTB sangat tepat. Sebab, pemerintah juga berkepentingan agar kahadiran para politisi perempuan di NTB semakin dirasakan kiprahnya di bidang politik.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rapaeda dalam kesempatan tersebut mendorong dan memotivasi para perempuan NTB untuk ikut terjun dalam kancah politik. “Partai-partai politik memerlukan banyak talenta perempuan-perempuan hebat di NTB ini untuk dijadikan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan di daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, persaingan dengan para politisi laki-laki memang tidak ringan, tetapi ia yakin, politisi perempuan tidak kalah tangguh dengan politisi laki-laki. “Tidak mudah memang, tetapi politisi perempuan tidak boleh kalah dengan politisi laki-laki.” tegas srikandi asal Lombok Timur itu.

Ia berharap, dengan terselanggaranya workshop ini, para politisi perempuan dapat terus meningkatkan kapasitasnya sebagai legislator maupun aktivis politik, sehingga kehadirannya dapat memberikan kontribusi lebih berarti bagi kehidupan perempuan khususnya dan bagi masyarakat luas secara umum.

EDITOR: Rizky

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...