KPPI Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Politisi Perempuan Se-NTB

1
118
Para peserta berpose bersama dalam workshop KPPI di NTB.

MATARAM – Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas perempuan dalam politik, Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP) Wilayah NTB, menggelar workshop peningkatan kapasitas perempuan legislatif dan perempuan politik se-Nusa Tenggara Barat, pada 11-13 Februari 2017 di Hotel Jayakarta, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaida, Ketua Komisi V DPRD NTB Wartiah, anggota DPRD Lombok Barat Nurul Adha Muharrar, Politisi PKS Istiningsih, Fungsionaris DPP Partai Golkar Nurul Arifin, dan sejumlah politisi perempuan NTB lainnya yang kini duduk sebagai legislator, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Gubernur NTB KH M. Zainul Majdi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten lll  Bachrudin sangat mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Mengingat keterwakilan perempuan dalam parlemen, belum mencapai angka 30 persen, sesuai dengan amanat undang-undang.

“Secara rata-rata saat ini, keterwakilan perempuan masih sangat jauh dari kuota 30 persen. Di DPR RI, keterwakilan perempuan baru pada angka 17,32 persen. Di DPD RI, baru 25,76 persen. Sementara di DPRD provinsi baru 16,15 persen, dan DPRD kabupaten/kota baru 14,15 persen,” tandasnya.

Gubernur memandang langkah yang diambil oleh KPP NTB sangat tepat. Sebab, pemerintah juga berkepentingan agar kahadiran para politisi perempuan di NTB semakin dirasakan kiprahnya di bidang politik.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rapaeda dalam kesempatan tersebut mendorong dan memotivasi para perempuan NTB untuk ikut terjun dalam kancah politik. “Partai-partai politik memerlukan banyak talenta perempuan-perempuan hebat di NTB ini untuk dijadikan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan di daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, persaingan dengan para politisi laki-laki memang tidak ringan, tetapi ia yakin, politisi perempuan tidak kalah tangguh dengan politisi laki-laki. “Tidak mudah memang, tetapi politisi perempuan tidak boleh kalah dengan politisi laki-laki.” tegas srikandi asal Lombok Timur itu.

Ia berharap, dengan terselanggaranya workshop ini, para politisi perempuan dapat terus meningkatkan kapasitasnya sebagai legislator maupun aktivis politik, sehingga kehadirannya dapat memberikan kontribusi lebih berarti bagi kehidupan perempuan khususnya dan bagi masyarakat luas secara umum.

EDITOR: Rizky

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...