KPPI Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Politisi Perempuan Se-NTB

1
87
Para peserta berpose bersama dalam workshop KPPI di NTB.

MATARAM – Untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas perempuan dalam politik, Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP) Wilayah NTB, menggelar workshop peningkatan kapasitas perempuan legislatif dan perempuan politik se-Nusa Tenggara Barat, pada 11-13 Februari 2017 di Hotel Jayakarta, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaida, Ketua Komisi V DPRD NTB Wartiah, anggota DPRD Lombok Barat Nurul Adha Muharrar, Politisi PKS Istiningsih, Fungsionaris DPP Partai Golkar Nurul Arifin, dan sejumlah politisi perempuan NTB lainnya yang kini duduk sebagai legislator, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Gubernur NTB KH M. Zainul Majdi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten lllĀ  Bachrudin sangat mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Mengingat keterwakilan perempuan dalam parlemen, belum mencapai angka 30 persen, sesuai dengan amanat undang-undang.

“Secara rata-rata saat ini, keterwakilan perempuan masih sangat jauh dari kuota 30 persen. Di DPR RI, keterwakilan perempuan baru pada angka 17,32 persen. Di DPD RI, baru 25,76 persen. Sementara di DPRD provinsi baru 16,15 persen, dan DPRD kabupaten/kota baru 14,15 persen,” tandasnya.

Gubernur memandang langkah yang diambil oleh KPP NTB sangat tepat. Sebab, pemerintah juga berkepentingan agar kahadiran para politisi perempuan di NTB semakin dirasakan kiprahnya di bidang politik.

Sementara itu, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rapaeda dalam kesempatan tersebut mendorong dan memotivasi para perempuan NTB untuk ikut terjun dalam kancah politik. “Partai-partai politik memerlukan banyak talenta perempuan-perempuan hebat di NTB ini untuk dijadikan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan di daerah,” tuturnya.

Ia menambahkan, persaingan dengan para politisi laki-laki memang tidak ringan, tetapi ia yakin, politisi perempuan tidak kalah tangguh dengan politisi laki-laki. “Tidak mudah memang, tetapi politisi perempuan tidak boleh kalah dengan politisi laki-laki.” tegas srikandi asal Lombok Timur itu.

Ia berharap, dengan terselanggaranya workshop ini, para politisi perempuan dapat terus meningkatkan kapasitasnya sebagai legislator maupun aktivis politik, sehingga kehadirannya dapat memberikan kontribusi lebih berarti bagi kehidupan perempuan khususnya dan bagi masyarakat luas secara umum.

EDITOR: Rizky

Komentar

BACA JUGA

Terkait Penghadangan Terhadap Anies, Fahira: Tidak Etis dan Kecewakan Warga Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Senator DKI Jakarta Fahira Idris geram melihat perlakuan Panitia Piala Presiden 2018 yang tidak mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendampingi...
Frans Barung Mangera

Belum Simpulkan Gila, Polda Jatim Masih Dalami Pelaku Penyerang Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim sampai saat ini belum bisa memastikan secara psikis apakah pelaku penyerang KH Abdul Hakim Mubarok mengalami gangguan jiwa atau...
Afifun Nidlom

Muhammadiyah Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyerangan Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi penyerangan yang dialami pengasuh Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem, Paciran,...
Frans Barung Mangera

Berbeda Dengan Legislator, Polisi Tegaskan Penyerang Ulama Belum Dipastikan Gila

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Polda Jatim menegaskan bahwa pelaku penyerangan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad...

Hormati Hari Libur Nasional dan Keagamaan, Jatah Waktu Kampanye Dipotong

SURABAYA, SERUJI, CO.ID - KPU Jatim mengurangi total pelaksanaan masa kampanye Pilgub Jatim 2018 menjadi selama 119 hari, dari total keseluruhan hitungan sejak tanggal...
loading...
KH. Luthfi Bashori

Nikah Mut’ah Pernah Dihalalkan, Lantas Dilarang Untuk Seterusnya

Sy. Abdulah RA mengisahkan, ia dan para shahabat pergi berperang besama Rasulullah SAW tanpa disertai wanita (istri mereka). Lalu para shahabat bertanya kepada Rasulullah...

Dilema Piala Presiden, Antara Kekuasaan dan Etika

Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, tertahan di panggung penonton dan tidak ikut serta turun ke lapangan mendampingi Presiden Joko Widodo, setelah dihentikan oleh Paspampres...
IMG_20180219_192213

Habib Lutfi : Umat Islam Harus Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kotawaringin Barat - Ribuan warga Pangkalan Bun, Sabtu (17/2) malam, membanjiri Lapangan Sampuraga. Kehadiran mereka guna mengikuti acara Kobar Bershalawat yang diadakan oleh Pemerintah...