KAMMI NTB Mengecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian

0
117
Aksi damai KAMMI yang menuntut pengusutan mega skandal Bank Century, BLBI, dll. (foto:Istimewa)

MATARAM – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi (KAMMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), mengutuk tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi yang dilakukan aktifis KAMMI di Jalan Medan Merdeka Barat pada Rabu 24 Mei 2017 yang lalu. Dalam insiden itu, beberapa orang aktifis dipukuli aparat hingga terluka, termasuk diantaranya ketua umum pengurus pusat KAMMI, Kartika Nur Rahman.

Ketua KAMMI NTB M Robi Satriawan menilai tindakan aparat sangat berlebihan dan terkesan tebang pilih dalam menangani aksi demonstrasi.

“Saat ini demokrasi kita mengalami duka cita. Pembawa parang di Bandara Manado dibiarkan dan pembakar lilin berbaju kotak-kotak hingga larut malam diayomi serta diberi jaminan keamanan,” ungkap Robi dalam keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Jum’at (26/5).

Robi juga mempertanyakan sikap aparat yang keras terhadap aksi yang dilakukan KAMMI sementara sangat toleran dengan sebagian kelompok demonstran yang lain.

“Aparat Kepolisian dengan sangat represif membubarkan Aksi Damai KAMMI di jalan Medan Merdeka Barat. Sementara dalam waktu yang bersamaan, para pendukung Ahok berunjukrasa di depan Balaikota Jalan Medan Merdeka Selatan tanpa tindakan apapun dari Polisi,” kata Robi.

Perlakuan yang berbeda ini, sambungnya, bukan hanya merusak tatanan demokrasi, tetapi juga bentuk tirani kekuasaan. Untuk itu, Ia meminta Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab atas tindakan pembubaran paksa Aksi Damai KAMMI.

“Arogansi, represifitas dan tebang pilih aparat kepolisian tidak boleh dibiarkan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pada Rabu 24 Mei 2017 yang lalu, aksi damai ratusan aktifis KAMMI berujung ricuh. Tuntutan mereka agar menuntaskan mega skandal kasus korupsi Bank Century, BLBI, e-KTP dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Tujuh orang aktifis ditangkap dan beberapa diantaranya mengalami luka-luka. (Syamsul/Hrn)

 

Komentar

BACA JUGA
ott, korupsi

OTT Oknum BPN Lhokseumawe Ditetapkan Jadi Tersangka

LHOKSEUMAWE, SERUJI.CO.ID - Tim Saber Pungli Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menetapkan salah seorang oknum PNS di Badan Pertanahan Nasional (BPN), S (54), menjadi tersangka hasil dari...
gunung agung

Promosi Pariwisata Bali Pasca Erupsi Gunung Agung

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Gunung Agung dengan ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut di Desa Rendang, Kabupaten Karangasem, wilayah timur Bali, yang sempat beberapa...
Rudiantara

2019 Kominfo Targetkan Indonesia Terhubung Internet

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara menargetkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia terhubung jaringan internet dengan kecepatan tinggi pada 2019 sehingga semua orang...
Abhan

Bawaslu: Penyelenggaraan Pilkada Jangan Mudah Tergoda Suap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Abhan mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak mudah tergoda suap selama menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (pilkada)...
Suap

Terkait Suap, KPU Jabar Panggil KPU Garut

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat akan memanggil jajaran KPU Garut untuk meminta klarifikasi terkait dugaan operasi tangkap tangan terhadap...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...