KAMMI NTB Mengecam Tindakan Represif Aparat Kepolisian

0
109
Aksi damai KAMMI yang menuntut pengusutan mega skandal Bang Century, BLBI, dll. (foto:Istimewa)

MATARAM – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi (KAMMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), mengutuk tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi yang dilakukan aktifis KAMMI di Jalan Medan Merdeka Barat pada Rabu 24 Mei 2017 yang lalu. Dalam insiden itu, beberapa orang aktifis dipukuli aparat hingga terluka, termasuk diantaranya ketua umum pengurus pusat KAMMI, Kartika Nur Rahman.

Ketua KAMMI NTB M Robi Satriawan menilai tindakan aparat sangat berlebihan dan terkesan tebang pilih dalam menangani aksi demonstrasi.

“Saat ini demokrasi kita mengalami duka cita. Pembawa parang di Bandara Manado dibiarkan dan pembakar lilin berbaju kotak-kotak hingga larut malam diayomi serta diberi jaminan keamanan,” ungkap Robi dalam keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Jum’at (26/5).

Robi juga mempertanyakan sikap aparat yang keras terhadap aksi yang dilakukan KAMMI sementara sangat toleran dengan sebagian kelompok demonstran yang lain.

“Aparat Kepolisian dengan sangat represif membubarkan Aksi Damai KAMMI di jalan Medan Merdeka Barat. Sementara dalam waktu yang bersamaan, para pendukung Ahok berunjukrasa di depan Balaikota Jalan Medan Merdeka Selatan tanpa tindakan apapun dari Polisi,” kata Robi.

Perlakuan yang berbeda ini, sambungnya, bukan hanya merusak tatanan demokrasi, tetapi juga bentuk tirani kekuasaan. Untuk itu, Ia meminta Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab atas tindakan pembubaran paksa Aksi Damai KAMMI.

“Arogansi, represifitas dan tebang pilih aparat kepolisian tidak boleh dibiarkan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pada Rabu 24 Mei 2017 yang lalu, aksi damai ratusan aktifis KAMMI berujung ricuh. Tuntutan mereka agar menuntaskan mega skandal kasus korupsi Bank Century, BLBI, e-KTP dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Tujuh orang aktifis ditangkap dan beberapa diantaranya mengalami luka-luka. (Syamsul/Hrn)

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...