KAMMI Desak Pemkot Mataram Tangani Prostitusi dan Miras

0
37
Prostitusi (ilustrasi)

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Pengurus Daerah Mataram Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak Pemerintah Kota Mataram menangani kasus prostitusi dan minuman keras di kota itu.

Desakan itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan KAMMI Mataram Amiruddin saat melakukan orasi dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Mataram bersama puluhan rekannya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (16/5).

Dia mengatakan, akhir-akhir ini Kota Mataram yang memiliki visi religius cukup tercoreng dengan aktivitas-aktivitas masyarakat yang menyimpang.

Loading...

Penyakit masyarakat berupa peredara minuman keras yang ilegal dan kegiatan prostitusi muncul diberbagai pemberitaan media massa. Bahkan bisnis prostitusi di Mataram kian merajalela dari kelas atas hingga bawah.

“Pantauan kami, aktivitas prostitusi dan minuman keras masih marak kita temukan terutama di ‘Pasar Beras’ atau Pasar Panglima dan Pasar Cakranegara,” katanya.

Oleh karena itu dalam rangka memasuki bulan Ramadhan, pemerintah kota harus mempersiapkan beberapa hal untuk memfasilitasi masyarakat dalam melaksanakan ibadah puasa.

Mula dari persiapan kebutuhan konsumsi, peribadatan serta proses menjaga kamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pemerintah kota harus mampu menjaga semua itu sebab bulan Ramadhan merupakan bulan mulia sehingga harus steril dari hal-hal yang bisa mengganggu kelancaran ibadah umat muslim,” katanya.

Dalam orasinya itu Amiruddin juga menyampaikan empat poin pernyataan siap KAMMI terhadap Pemerintah Kota Mataram.

Pertama, pemerintah kota harus serius menanganai kasus prostitusi dan minuman keras, kedua pemerintah kota harus menegakkan peraturan agar mampu memberikan efek jera kepada pelanggar Perda Nomor 2 tahun 2015 dan Nomor 1 tahun 2016.

Ketiga, KAMMI Mataram mengajak masyarakat berpartisipasi mengawal hal tersebut guna menjadikan Mataram yang religius dan terakhir memberikan tindak tegas bagi pelaku usaha yang melanggar regulasi.

“Apa yang menjadi tuntutan kami ini, akan terus kita kawal tidak hanya di bulan Ramadhan melainkan disetiap bulan karena seyogianya Mataram harus steril dari prostitusi dan minuman keras,” katanya.

Menyikapi tuntutan dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI Mataram itu, Asisten II Setda Kota Mataram Wartan yang menerima peserta unjuk rasa mengatakan, dalam hal ini pemerintah kota berkomitmen melaksanakan apa yang menjadi tuntutan KAMMI.

“Sebenarnya, apa yang menjadi tuntutan KAMMI sudah kita laksanakan, bahkan ada yang sudah sampai ke proses pengadilan,” katanya.

Dikatakan, pemerintah kota bersama jajaran aparat terkait lainnya, berkomitmen bersatu memberantas berbagai penyakit masyarakat agar Mataram tetap kondusif terlebih selama bulan suci Ramadhan.

Aksi ujuk rasa yang dilaksankana mahasiswa itu dijaga ketat aparat kepolisian, dan setelah melakukan orasi serta mendapat jawaban dari pemerintah kota, peserta orasi kemudian membubarkan diri dengan tertib. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU