Ironis, Iklan Rokok di Area Sekolah

MATARAM – Sungguh ironi, ditengah upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan terbebas dari asap rokok, pemerintah daerah justru terkesan menutup mata. Ini terlihat  dengan maraknya iklan rokok yang terpasang di sekitar lingkungan sekolah, termasuk di Kota Mataram.

Videotron, billboard, poster, stiker dan pamflet yang ada, hampir semuanya berisi iklan rokok.” kata Ketua Gagas Foundation NTB, Azhar Zaini, saat jumpa pers di Mataram Square, Senin (20/2). Parahanya lagi, tambah Zaini, iklan tersebut menampilkan harga rokok yang murah dan dipasang di dinding sekolah, pagar dan di warung-warung dimana anak-anak sekolah dapat melihatnya dengan jelas.

“Ini tidak boleh dibiarkan, karena pengenalan rokok adalah pintu utama menuju narkoba,” tegasnya. Menurutnya, Pemerintah Kota Mataram belum sepenuhnya menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Kawasan tanpa Rokok. Padahal, peraturan tersebut dengan jelas mengatur agar kawasan pendidikan harus steril dari pengaruh rokok.

Ia juga tak lupa menyampaikan kritik kepada para produsen rokok yang terkesan sengaja menyasar anak-anak sekolah. Apalagi, iklan yang dipasang menampilkan harga rokok per batangnya, bukan per bungkus, sehingga terkesan murah dan mudah dijangkau oleh anak-anak.

“Ini sengaja dilakukan.” tudingnya. Ia berharap, pemerintah segera menertibkan iklan-iklan rokok yang bertebaran di sekitar areal sekolah di Kota Mataram, agar sekolah menjadi kawasan yang benar-benar terbebas dari asap rokok.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Anda ASN Yang Terpaksa Harus Bercerai? Simak Prosedur Yang Harus Dilalui

Anda seorang ASN dan sedang mengalami masalah rumah tangga yang berujung perceraian? Simak proses percerain ASN berikut, apa yang harus dilakukan dan kewajiban apa yang muncul.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.