Ironis, Iklan Rokok di Area Sekolah

50

MATARAM – Sungguh ironi, ditengah upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan terbebas dari asap rokok, pemerintah daerah justru terkesan menutup mata. Ini terlihat  dengan maraknya iklan rokok yang terpasang di sekitar lingkungan sekolah, termasuk di Kota Mataram.

Videotron, billboard, poster, stiker dan pamflet yang ada, hampir semuanya berisi iklan rokok.” kata Ketua Gagas Foundation NTB, Azhar Zaini, saat jumpa pers di Mataram Square, Senin (20/2). Parahanya lagi, tambah Zaini, iklan tersebut menampilkan harga rokok yang murah dan dipasang di dinding sekolah, pagar dan di warung-warung dimana anak-anak sekolah dapat melihatnya dengan jelas.

“Ini tidak boleh dibiarkan, karena pengenalan rokok adalah pintu utama menuju narkoba,” tegasnya. Menurutnya, Pemerintah Kota Mataram belum sepenuhnya menerapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Kawasan tanpa Rokok. Padahal, peraturan tersebut dengan jelas mengatur agar kawasan pendidikan harus steril dari pengaruh rokok.

Ia juga tak lupa menyampaikan kritik kepada para produsen rokok yang terkesan sengaja menyasar anak-anak sekolah. Apalagi, iklan yang dipasang menampilkan harga rokok per batangnya, bukan per bungkus, sehingga terkesan murah dan mudah dijangkau oleh anak-anak.

“Ini sengaja dilakukan.” tudingnya. Ia berharap, pemerintah segera menertibkan iklan-iklan rokok yang bertebaran di sekitar areal sekolah di Kota Mataram, agar sekolah menjadi kawasan yang benar-benar terbebas dari asap rokok.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama