Gubernur NTB Dinobatkan Sebagai Duta ASI Nasional

1
133
HM Zainul Majdi, NTB
Gubernur NTB, HM Zainul Majdi (kemeja putih) saat berjabat tangan dengan Menkes RI, Nila F. Moelek, siang tadi di Hotel Grand Legi, (29/3/2017). (Foto: Birohumas Protokol NTB).

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Zainul Majdi, kembali menoreh prestasi membanggakan. Kali ini, ia dinobatkan sebagai Duta ASI Nasional oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, saat pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di Hotel Grand Legi, Mataram, Rabu (29/3/2017). Penobatan ini diberikan atas prestasi yang diraih NTB sebagai daerah dengan capaian angka ASI ekslusif tertinggi di Indonesia.

“Semua ini berkat kerjasama dan kekompakan semua pihak, terutama kelompok-kelompok pendukung gerakan ASI ekslusif serta keberpihakan pemerintah daerah melalui Pergub Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pemberian ASI ekslusif,” ujar Menkes Nila F. Moeloek dalam sambutannya.

Sementara itu, HM Zainul Majdi mengaku bangga atas terpilihnya NTB sebagai daerah dengan angka ASI ekslusif tertinggi di Indonesia. Ia pun mengapresiasi langkah yang diambil Menkes untuk menunjuk duta ASI Nasional sebagai wujud dukungan bagi para penggerak ASI ekslusif di seluruh wilayah nusantara.

“Hak anak yang paling penting dan utama untuk dipenuhi adalah memberikan ASI terbaik dan Ekslusif,” tegas gubernur.

Gubernur menambahkan, pola hidup yang sehat turut memberi pengaruh terhadap kualitas ASI yang diberikan. Menurutnya, hidup sehat tidak harus berbiaya mahal. 

“Cukup dengan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyiban serta selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan, itu juga bagian dari hidup sehat,” terangnya.

Pemerintah daerah sendiri, lanjut gubernur hafal Qur’an ini, telah mengalokasikan anggaran yang cukup tinggi dalam bidang kesehatan, yaitu sebesar 10 persen. Namun demikian, itu tidaklah cukup, sehingga perlu sinergi semua pihak untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

Di akhir sambutannya, gubernur menghimbau agar masyarakat memanfaatkan produk lokal sebagai olahan makanan yang bergizi tinggi, agar tidak terkesan sebagai makanan kampungan yang rendah nilai gizi.

“Banyak sekali makanan lokal atau yang disebut kampungan itu, seperti singkong, kelor dan lain-lain, justru memiliki nilai gizi yang tinggi,” ucap gubernur.

“Karenanya persepsi tentang makanan kampung itu tidak bergizi harus diubah. Sebab, hasil penelitian para pakar menyebutkan, justru makanan lokal itulah yang gizinya cukup tinggi,” pungkasnya. (Syamsul Bahri)

EDITOR: Iwan Y

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...