Gubernur NTB Dinobatkan Sebagai Duta ASI Nasional

1
137
  • 14
    Shares
HM Zainul Majdi, NTB
Gubernur NTB, HM Zainul Majdi (kemeja putih) saat berjabat tangan dengan Menkes RI, Nila F. Moelek, siang tadi di Hotel Grand Legi, (29/3/2017). (Foto: Birohumas Protokol NTB).

MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Zainul Majdi, kembali menoreh prestasi membanggakan. Kali ini, ia dinobatkan sebagai Duta ASI Nasional oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek, saat pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di Hotel Grand Legi, Mataram, Rabu (29/3/2017). Penobatan ini diberikan atas prestasi yang diraih NTB sebagai daerah dengan capaian angka ASI ekslusif tertinggi di Indonesia.

“Semua ini berkat kerjasama dan kekompakan semua pihak, terutama kelompok-kelompok pendukung gerakan ASI ekslusif serta keberpihakan pemerintah daerah melalui Pergub Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Pemberian ASI ekslusif,” ujar Menkes Nila F. Moeloek dalam sambutannya.

Sementara itu, HM Zainul Majdi mengaku bangga atas terpilihnya NTB sebagai daerah dengan angka ASI ekslusif tertinggi di Indonesia. Ia pun mengapresiasi langkah yang diambil Menkes untuk menunjuk duta ASI Nasional sebagai wujud dukungan bagi para penggerak ASI ekslusif di seluruh wilayah nusantara.

“Hak anak yang paling penting dan utama untuk dipenuhi adalah memberikan ASI terbaik dan Ekslusif,” tegas gubernur.

Gubernur menambahkan, pola hidup yang sehat turut memberi pengaruh terhadap kualitas ASI yang diberikan. Menurutnya, hidup sehat tidak harus berbiaya mahal. 

“Cukup dengan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyiban serta selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan, itu juga bagian dari hidup sehat,” terangnya.

Pemerintah daerah sendiri, lanjut gubernur hafal Qur’an ini, telah mengalokasikan anggaran yang cukup tinggi dalam bidang kesehatan, yaitu sebesar 10 persen. Namun demikian, itu tidaklah cukup, sehingga perlu sinergi semua pihak untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

Di akhir sambutannya, gubernur menghimbau agar masyarakat memanfaatkan produk lokal sebagai olahan makanan yang bergizi tinggi, agar tidak terkesan sebagai makanan kampungan yang rendah nilai gizi.

“Banyak sekali makanan lokal atau yang disebut kampungan itu, seperti singkong, kelor dan lain-lain, justru memiliki nilai gizi yang tinggi,” ucap gubernur.

“Karenanya persepsi tentang makanan kampung itu tidak bergizi harus diubah. Sebab, hasil penelitian para pakar menyebutkan, justru makanan lokal itulah yang gizinya cukup tinggi,” pungkasnya. (Syamsul Bahri)

EDITOR: Iwan Y

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU