Gempa Bumi Guncang Bali dan Lombok

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Gempa Bumi berkekuatan 4,1 skala Richter mengguncang Bali dan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Ahad (11/3) pukul 10.06 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa pusat gempa bumi terletak pada kordinat 8,92 drajat lintang selatan dan 116,02 drajat bujur timur.

“Tepatnya pada jarak 32 kilometer arah barat daya Kabupaten Lombok Barat (NTB), pada kedalaman 89 km,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto.

Ia mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan lemah dirasakan di wilayah Kota Mataram (NTB) dalam skala intensitas I skala intensitas gempa (SIG) BMKG, atau I-II “Modified mercalli intensity” (MMI).

Getaran lemah juga dirasakan di Karangasem (Bali). Guncangan dirasakan dalam skala intensitas II SIG (II-III MMI).

“Di daerah itu guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang,” kata Agus.

Lebih lanjut, Agus mengatakan jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.

Hingga pukul 11.16 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Kami mengimbau masyarakat di wilayah Bali dan Lombok, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Agus.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 3,8 pada skala Richter mengguncang Bali dan Pulau Lombok (NTB), pada 23 Februari 2018, namun tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,73 drajat lintang selatan dan 115,52 drajat bujur timur. Tepatnya pada jarak 2 kilometer arah barat Klungkung (Bali), pada kedalaman 101 kilometer. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.