Gempa Bumi di Bali Terasa Hingga Lombok


MATARAM, SERUJI.CO.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 pada Skala Richter yang terjadi di Kabupaten Karangasem, Bali, Kamis (9/11), pukul 05.54 waktu Indonesia tengah terasa hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Guncangan gempa bumi itu terasa hingga beberapa wilayah di Pulau Lombok, terutama di Kota Mataram,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto, ketika dihubungi di Mataram, Kamis.

Pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 8,26 derajat lintang selatan – 115,57 derajat bujur timur, pada 11 kilometer timur Karangasem, pada kedalaman 10 kilometer.

Agus mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan lemah hingga sedang dirasakan di wilayah Denpasar dan Karangasem (Bali), serta Kota Mataram (NTB), dalam skala intensitas II Skala Intensitas Gempa (SIG) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) atau III “modified mercalli intensity” (MMI).

Selain itu, di Kuta (Bali), guncangan dirasakan dalam skala intensitas I-II SIG atau II-III MMI. Di daerah itu guncangan gempa bumi dirasakan oleh beberapa orang.

“Namun berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Ditinjau dari kedalamannya, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Hingga pukul 06.39 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan 4 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Agus mengimbau kepada warga di wilayah pesisir Bali dan Lombok, tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Memaknai Indonesia

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close