FKAPMEPI NTB Gelar Bakti Sosial di Bima

Mataram – Keluarga alumni Forum Kader Pengembang Moral dan Etika Pemuda Indonesia (FKAPMEPI) Nusa Tenggara Barat (NTB) terjun ke Kota Bima, untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak, pada Selasa (7/2) kemarin.

“Membantu pemulihan psikologis anak-anak melalui kegiatan trauma healing,” kata Prihatin Febriana Sahudin, aktifis FKAPMEPI NTB, saat ditanya mengenai kegiatan selama bakti sosial di Kota Bima.

Trauma healing ini nantinya diharapkan dapat mengurangi beban psiklogis yang diderita anak-anak pasca bencana.

Selain itu ratusan paket perlengkapan sekolah juga ikut dibagikan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu yang ikut menjadi korban keganasan banjir bandang. “Ada juga bantuan perlengkapan sekolah, sedikitnya 350 paket,” jelas Febri.

Ia berharap, kegiatan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memulihkan kembali mental anak-anak Kota Bima pasca bencana.

Sebagaimana diketahui, pasca diterjang banjir bandang pada akhir tahun 2016 yang lalu, Kota Bima nyaris menjadi kota mati. Berbagai fasilitas publik mengalami kerusakan parah, roda pemerintahan menjadi lumpuh, denyut perekonomian masyarakat terhenti dan juga kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa diliburkan.

Kerugian materil yang diderita akibat banir ini ditaksir mencapai Rp. 1 triliun. Selain kerugian materil, dampak banjir yang harus ditanggung oleh masyarakat Kota Bima adalah kerugian imateril. Masyarakat diliputi trauma berkepanjangan, terutama anak-anak. Karena kehilangan harta benda dan tempat tinggal mereka.

EDITOR: Iwan S

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Berdagang Kemiskinan

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy