DLH Disarankan Rancang Regulasi Pungutan Pelayanan Sampah Khusus


MATARAM, SERUJI.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, disarankan untuk membuat regulasi terhadap pungutan pelayanan sampah khusus yang menggunakan kendaraan roda tiga.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa (27/2), mengatakan apabila ada permintaan pengangkutan sampah dengan roda tiga pada titik-titik tertentu, maka hal itu perlu dikaji agar bisa menjadi potensi retribusi baru.

“Apalagi, jika selama ini ternyata banyak pihak tertentu meminta jasa khusus dari para petugas roda tiga namun pembayarannya masuk ke kantong petugas. Dan itu, saya anggap wajar, sebab belum ada regulasinya,” katanya.

Pernyataan itu disampaikannya menyikapi adanya aktivitas petugas penanganan sampah dengan menggunakan kendaraan roda tiga pada tingkat lingkungan yang mendapatkan pekerjaan lebih dari para pengusaha di sekitarnya.

Misalnya, dari pengusaha kuliner, yang meminta jasa mereka untuk mengangkat sampah dengan kesepakatan biaya lebih, dan hasilnya itu diambil sendiri oleh para petugas.

Mohan yang juga menjadi Wakil Wali Kota Mataram menilai, hal itu wajar karena mungkin para pengusaha menilai kendaraan roda tiga lebih efektif dan efisien untuk mendukung penanganan sampah pada usaha yang mereka laksanakan.

“Namun hal ini harus diantisipasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dengan menjadikan potensi itu sebagai pungutan resmi sehingga tidak terkesan pungutan liar,” katanya.

Dikatakan, dengan adanya regulasi maka pungutan yang dilakukan oleh petugas terhadap pelayanan khusus itu bisa menjadi sah karena memiliki dasar hukum dan pungutan itu masuk ke kas daerah.

Mohan mengakui, munculkan kebutuhan masyarakat untuk penanganan sampah khusus ini seiring dengan perkembangan kota, dan belum maksimalnya ketersediaan sarana serta prasarana persampahan di kota ini.

“Kami akui, fasilitas penanganan kebersihan di kota ini belum memadai sehingga perlu ditingkatkan agar kebersihan di setiap sudut kota bisa terjamin,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Al Ghazali dan Dendam Anak-Anak Revolusi

Di masa Orde Baru adalah anak-anak yang bapak/ibunya dibunuh atau dipenjarakan Suharto. Di masa ini mereka adalah anak-anak yang bapaknya dipenjarakan Jokowi karena berbeda pandangan politik.

Anak Mudah Tersinggung dan Hilang Kontrol, Apa Yang Harus Dilakukan Ortu?

Anak saya pelajar, wanita, umur 15 tahun, sudah berjalan 2 bulan, berobat jalan di RJS Lawang, Malang. Tapi dia masih besar ketersinggungan, kesalah pahaman dalam menerima omongan dan perkataan orang lain.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close