DKP Pastikan Ada Ikan Duyung di Perairan Kupang

0
205
Ikan duyung

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan ada ikan duyung atau dugong (dugong dugon) di perairan laut Sulamu dan Pulau Kera.

Kepastian itu setelah tim dari DKP NTT dan World Wide Fund for Nature (WWF) melakukan penyelaman di wilayah perairan laut itu, kata Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Muhammad Saleh Goro kepada Antara di Kupang, Rabu (7/3).

“Beberapa hari lalu, kami menerima laporan dari Arman Lagampa, ketua kelompok nelayan Sulamu bahwa para nelayan telah melihat ada ikan duyung di perairan Sulamu dan Pulau Kera,” katanya.

Ikan duyung terlihat pada bulan Januari-Februari 2018 di perairan Selatan Sulamu dan perairan selatan Pulau Kera, pada beberapa koordinat antara lain koordinat10003.645 LS – 123035.384 BT dan 10005.726 LS – 123033.333 BT.

Pada kedua koordinat tersebut, khusus di perairan laut sekitar pulau Kera, masyarakat melihat adanya duyung atau dugong (dugong dugon) yang terluka.

“Berdasarkan laporan itu, tim DKP dan WWF, organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan turun ke Sulamu pada Selasa, (6/3),” katanya.

Tim melakukan penyelaman di perairan selatan Sulamu pada koordinat Koordinat 10003.645 LS – 123035.384 BT dan perairan selatan Pulau Kera di koordinat 10005.726 LS – 123033.333 BT.

Pada kedua lokasi tersebut, kata dia, positif terdapat duyung atau dugong yang mendiaminya.

“Ini dibuktikan dengan adanya bekas jalur makan ikan tersebut yang memakan jenis lamun Halovila ovalis (lamun sendok),” katanya.

Menurut dia, pada saat dilakukan penyelaman sekitar pukul 12.15 wita pada perairan Selatan Sulamu pada dua koordinat tersebut, tim yang berada di atas KPP Napoleon 024-1202 melihat duyung muncul sebanyak tiga kali di permukaan air.

“Pada dasar perairan selatan Sulamu pada dua koordinat ini dominan ditumbuhi jenis lamun Halovila ovalis (lamun sendok),” katanya.

Jenis Lamun ini merupakan jenis lamun yang sangat disukai oleh duyung atau dugong.

Begitupun pada dasar perairan selatan Pulau Kera di koordinat 10005.726 LS – 123033.333 BT juga ditumbuhi jenis lamun Halovila ovalis (lamun sendok), namun tidak dokuman atau bercampur dengan tumbuhan lainnya, demikian Saleh Goro. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...