DKP Mataram: Minat Konsumsi Ikan Patin Rendah

0
102
patin
Hasil tangkapan ikan patin. (Foto: istimewa)

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Kepala Bidang Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Ahmad Suryadi mengatakan, minat masyarakat mengonsumsi ikan patin di kota ini masih rendah, sehingga berdampak pada lemahnya pemasaran ikan patin oleh pembudidaya.

“Untuk meningkatkan minat masyarakat konsumsi ikan patin sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan di kota ini, kami terus bekerja keras melakukan sosialisasi terutama terhadap kandungan gizi ikan patin yang tinggi atau hampir sama dengan ikan salmon,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (11/12).

Suryadi membantah rendahnya minat masyarakat mengonsumsi ikan air tawar jenis patin, bukan karena adanya isu ikan patin dori impor yang dinilai berbahaya bagi kesehatan.

Loading...

Akan tetapi, kondisi itu murni karena pola pikir masyarakat yang belum terbiasa dengan jenis ikan baru. Kondisi ini, katanya, sama dengan ketika jenis ikan nila diperkenalkan ke masyarakat sehingga butuh kerja keras lagi untuk melakukan sosialisasi terutama terhadap kandungan gizi yang dimiliki ikan patin.

Jika melihat dari kandungan gizi pada ikan patin hampir sama dengan ikan salmon yang memiliki kandungan gizi omega 3 tinggi sehingga baik untuk ibu hamil dan perkembangan otak balita.

Harga ikan patin juga lebih tinggi dibandingkan jenis ikan nila yang hanya Rp 25.000 – Rp 27.000 per kilogram di pasaran, sementara ikan patin bisa mencapai Rp 30.000 – Rp 32.000 per kilogram.

“Bahkan jika di luar daerah seperti di Kalimantan harganya bisa mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram,” sebutnya.

Selain menggencarkan sosialisasi tentang nilai gizi dan nilai ekonomi ikan patin, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi melalui lomba masak serta ikan patin pada bulan Agustus 2017.

Harapannya, dengan adanya kegiatan lomba masak serba ikan khusus untuk jenis patin, para pembudidaya ikan air tawar bisa beralih mengembangkan patin, begitu juga masyarakat bisa mengkonsumsi ikan patin lebih banyak.

“Pangsa pasar ikan patin ini cukup luas, tapi karena pembudidaya masih minim, hasil produksi saat ini baru bisa memenuhi sebagian kebutuhan hotel dan restoran,” katanya.

Lebih jauh, Suryadi mengatakan, gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan) merupakan salah satu program strategis di samping program-program yang lain.

Seperti program perikanan pengembangan budi daya, perikanan tangkap, pengolahan, dan pemasaran hasil perikakan serta program pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

“Karena itu untuk meningkatkan gizi masyarakat di Kota Mataram, mari kita dorong kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan,” katanya.

Sementara tingkat konsumsi ikan di Mataram tercatat 30 kilogram per kapita per tahun, atau masih di bawah Provinsi NTB sebesar 31,15 per kapita per tahun, dan nasional 38,14 per kapita per tahun. (Ant/SU03)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU