Disdik Mataram Razia HP Pelajar Tiap Pekan

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan kegiatan razia “hand phone” siswa untuk mengantisipasi disimpannya berbagai situs pornografi telah dilakukan setiap minggu.

“Meski tanpa instruksi, kalangan pendidikan aktif melakukan razia ‘hand phone’ (HP) untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan akibat tersimpannya konten pornografi pada HP pelajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom di Mataram, Rabu (28/3).

Ia mengatakan, jika ada siswa yang terbukti menyimpan berbagai konten pornografi di HP mereka, siswa bersangkutan akan langsung diproses termasuk pemanggilan orang tua mereka.

Setelah itu, lanjutnya, siswa bersangkutan diminta pindah sekolah agar tidak mengganggu dan menularkan kebiasaan mereka itu ke siswa lainnya.

“Sanksi pemindahan siswa yang terbukti menyimpan aplikasi pornografi di HP, sudah ada yang dilakukan pihak sekolah,” kata Sudenom yang enggan menyebut jumlah dan dari sekolah mana aja.

Menurutnya, dari pemberian sanksi tersebut terbukti efektif menghentikan kebiasaan siswa menyimpan konten pornografi di HP, hal itu terbukti dari kegiatan razia HP yang dilakukan pada siswa bersangkutan di sekolah baru mereka.

Lebih jauh, Sudenom mengatakan, pihaknya tidak melarang pelajar membawa HP ke sekolah, dengan catatan tidak digunakan saat jam belajar.

Kebijakan memberikan toleransi siswa membawa HP ke sekolah diberlakukan seiring kebutuhan, karena HP juga memiliki manfaat positif bagi siswa.

“Bahkan saat saya mendapatkan sosialisasi tentang BOS dari kementerian, tidak pernah dilarang, justu sebaliknya siswa diajurkan menggunakan HP untuk berbagai kepentingan positif,” katanya.

Dia menilai, dengan menggunakan HP, pelajar bisa mencari berbagai bahan pelajaran yang dibutuhkan. Apalagi Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi, masalah HP tidak bisa diabaikan sebab bisa membantu siswa dalam proses belajar.

Akan tetapi, katanya, dalam hal ini pihak sekolah harus meningkatkan pengawasannya terhadap isi aplikasi di HP pelajar agar tetap steril dari konten pornografi.

“Karenanya, peran serta dari wali kelas sangat penting untuk melakukan pemeriksaan HP siswa secara berkala dengan sistem razia,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy