Dinsos: Beras Cadangan Bencana Alam Belum Digunakan Empat Tahun

0
33
beras sejahtera
Ilustrasi

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur Wellem Foni mengemukakan beras cadangan pemerintah provinsi untuk penanganan bencana alam belum digunakan selama empat tahun terakhir sejak 2014 hingga sekarang.

“Cadangan beras provinsi untuk bantuan bencana yang ada di gudang kami ada 800 ton, belum digunakan selama empat tahun terahkhir sejak 2014,” kata Wellm Foni di Kupang, Jumat (18/5).

Ia menjelaskan, setiap tahun pemerintah provinsi menyediakan beras cadangan untuk penanganan bencana sebesar 200 ton, ditambah 50 ton cadangan reguler yang dapat disalurkan sebelum bencana.

Loading...

Menurutnya, memang ada bencana yang terjadi selama beberapa tahun terakhir namun berskala kecil sehingga bantuan beras bisa ditangani pemerintah kabupaten/kota.

Masing-masing kabupaten/kota memiliki beras cadangan bencana setiap tahun sebesar 100 ton sebagai cadangan pemerintah dan lima ton cadangan reguler.

“Jadi belum ada permintaan beras yang membengkak dari daerah akibat bencana alam selama empat tahun terkakhir,” katanya.

Kata Wellem, beras cadangan provinsi sewaktu-waktu dapat disalurkan dengan sejumlah persyaratan yakni adanya bencana, kemudian pernyataan bencana dari pemerintah kabupaten/kota dilampirkan dengan data lengkap (sesuai nama, alamat, dan NIK).

Cadangan beras yang ada, lanjutnya, juga sebagai persediaan pemerintah provinsi menghadapi musim kemarau 2018 yang mulai berlangsung di daerah setempat.

Ia mengatakan, selain beras, ada pula barang-barang kebutuhan yang disediakan pemerintah provinsi untuk penanganan bencana seperti tenda jadi, pakaian ibu dan anak, makanan dan minuman siap saji, dan lainnya.

“Jadi persediaan di provinsi tetap ada. Sementara untuk upaya penanganan bencana, kami juga sudah membentuk kampung siaga bencana yang tersebar di berbagai daerah rawan bencana,” katanya. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU