Dinkes Kupang Belum Temukan Kasus Difteri


KUPANG, SERUJI.CO.ID – Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur belum menemukan adanya warga terkena penyakit difteri yang dirawat di rumah sakit maupun puskesmas di daerah ini.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan dari 12 rumah sakit dan puskesmas di Kota Kupang tentang adanya penderita difteri. Kami sedang melakukan pemantauan setiap saat sebagai upaya antisipasi pemerintah dalam mengatasi penyakit itu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr Ari Wijana di Kupang, Selasa (19/12), terkait keputusan Kementerian Kesehatan RI yang menetapkan status Kasus Luar Biasa (KLB) difteri.

Ia mengatakan, apabila ditemukan adanya pasien yang mengidap difteri di daerah ini, maka langsung ditetapkan sebagai Kasus Luar Biasa (KLB).

Menurutnya, penyakit difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Corynebacterium diptheriae dengan gejala yang mirip dengan radang tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening leher.

Dia menjelaskan, gejala penyakit difteri sama seperti gejala penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu badan terasa panas dan tenggorokan sakit, pembengkakan pada leher dan sulit bernapas.

“Penyakit ini sangat menular, sehingga jika tidak tertangani secara cepat maka dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya, sehingga masyarakat Kota Kupang jika mengalami gejala seperti itu segera ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, penyakit difteri lebih rentan menyerang anak-anak berusia balita, namun dapat dicegah dengan melakukan imunisasi secara lengkap mulai usia 2 bulan, 4 bulan, 18 bulan, 24 bulan hingga usia sekolah dasar.

“Kita perlu ingatkan secara dini karena mobilitas penduduk akhir tahun akan meningkat, sehingga penularan penyakit difteri bisa saja terjadi. Kita harapkan masyarakat Kota Kupang bisa cepat ke rumah sakit apabila mengalami gejala seperti itu untuk mempercepat proses diagnosa dilakukan tim medis,” pungkasnya. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close