Dinas Perdagangan Mataram Ancam Tutup 14 Ritel Modern

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengancam akan menutup belasan ritel modern yang terindikasi tidak melakukan perpanjangan izin usaha.

“Dari hasil evaluasi kami, 14 ritel modern terbukti tidak atau belum melakukan perpanjangan izin operasional yang semestinya diperbaharui sekali dalam lima tahun,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram, Senin (9/4).

Alwan yang enggan menyebut nama dan posisi persis ritel modern yang akan ditertibkan itu mengatakan, upaya penutupan operasional belasan retail modern itu untuk mengingatkan investor agar taat aturan.

Ia mengingatkan jangan sampai para pengusaha hanya menuntut haknya kepada pemerintah, namun tidak melakukan kewajibannya.

“Kami bukannya menutup diri dari investor, tetapi kita juga ingin pengusaha kooperatif dalam menunaikan kewajibannya,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum proses penutupan operasional belasan ritel modern dilakukan, saat ini pihaknya sudah melayangkan teguran dengan menyurati para pengusaha.

Apabila teguran tersebut tidak diindahkan pengusaha, katanya, maka Disdag akan menutup operasional pasar modern tersebut bersama tim.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Satpol PP, untuk menutup operasional belasan ritel modern yang tidak mau bekerja sama,” katanya.

Di sisi lain, terkait pemberian izin retail modern setelah dicabutnya moratorium sejak Februari 2018, Alwan menyebutkan, hingga saat ini sudah ada 12 izin operasional ritel modern yang dikeluarkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion JT-610: Urgensi Audit Maskapai Airline untuk Keselamatan Penerbangan

"Secara juridis bila terjadi suatu kecelakaan (accident) pesawat udara dalam kegiatan penerbangan maka Pemerintah juga dapat ditarik menjadi pihak yang harus bertanggungjawab sebagai suatu perbuatan kelalaian dalam melaksanakan kewajiban hukum" -Prof Dr Hasim Purba, SH.MHum

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER