Diduga Menyebarkan Ajaran Sesat, Rumah Mengenal Al-Qur’an di Mataram Ditutup

0
110

Mataram, Seruji.com – Beberapa hari terakhir ini, warga kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dihebohkan dengan isu dugaan penyebaran aliran sesat yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial SA. Perempuan tersebut merupakan pengurus dan pengelola Rumah Mengenal Al-Qur’an (RMAQ) yang terletak di kompleks pertokoan Jalan Bung Karno, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram.

Isu dugaan aliran sesat yang meresahkan warga Kota Mataram itu, akhirnya sampai juga di telinga para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggra Barat.

Ketua MUI NTB, KH. Saiful Islam, pada hari Senin (30/01) mengaku langsung memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Pihaknya bersama Polda NTB, mengambil langkah-langkah persuasif, sebelum kasus tersebut diselesaikan melalui jalur hukum.

“Kami bersama Polda NTB mencoba memediasi dan ingin berdialog dengan yang bersangkutan (SA-red).” Terang guru besar Fakultas Syariah, IAIN NTB tersebut.

Namun, mediasi yang dilakukan di Mapolda NTB itu menemui jalan buntu. SA tetap kukuh dengan pemahamannya. Upaya penyadaran dan penyampaian pandangan secara utuh yang coba dilakukan oleh MUI membuatnya tetap bergeming.

“Ini luar biasa. Tidak ada yang diakui semua. Paling benar dia. Dia tidak percaya hadits Nabi, walau kita jelaskan dia tidak mau tahu. Kami nyatakan yang bersangkutan sesat, kami serahkan ke Polda NTB untuk diperoses sesuai hukum yang berlaku.” beber Saiful.

Untuk kelanjuan penanganan kasus tersebut, Saiful Islam mengaku dirinya yang langsung melaporkan SA atas tuduhan menista agama. ”Saya yang melaporkan. Kalau tidak dilaporkan, tidak ada alasan penahanan. Suratnya sudah saya serahkan ke Polda NTB.” Tegasnya.

Ia juga meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa aktor dibalik RMAQ. Pasalnya, setiap orang yang datang belajar di RMAQ, diberi uang sebesar Rp 50.000.

“Bayangkan saja, dia sewa Ruko Rp. 100 juta pertahun, lalu orang datang belajar dikasih Rp 50.000. Ini kalau tidak direspon akan bikin ribut.” Bebernya.

Tidak Memiliki Izin

Di tempat terpisah, Anggota Komisi III DRPD Kota Mataram, Ismul Hidayat, ikut menanggapi isu ajaran sesat yang disebarkan pihak RMAQ. Politisi asal PKS tersebut mengaku telah berkordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti keluhan warga.

“Pagi ini, saya berkoordiasi dengan pemerintah kecamatan Mataram tentang aktivitas rumah mengenal Al-Qur’an. Aktivitas lembaga tersebut dihentikan, karena tidak memiliki izin operasional.” Demikian tulis Ismul di laman facebook pribadinya, pada Senin (30/1) kemarin.

Pantauan seruji.com di lapangan, sejak dinyatakan ditutup, aktivitas di RMAQ sudah tidak ada lagi. Plang nama yang sebelumnya terpampang di depan Ruko, sudah dicabut aparat gabungan Satpol PP dan kepolisian. (SB)

Reportase: Syamsul Bahri, kontributor Seruji Mataram

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU