Bulog Siapkan 30 Triliun Untuk Petani

MATARAM – Badan Urusan Logistik (Bulog) menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 triliun untuk menyerap gabah dan beras para petani. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Pengadaan Bulog, Tri Wahyudi Saleh, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengadaan Gabah dan Beras, di Mataram, Selasa (14/3).

“Kita sudah siapkan anggaran sebesar Rp 30 triliun lebih untuk menyerab gabah dan beras petani selama tahun 2017,” kata Tri Wahyudi.

Menurut Tri, pemerintah memiliki target penyerapan gabah dan beras petani tahun 2017 ini sebesar 40 juta ton sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pengadaan Gabah dan Beras.

“Bulog punya kewajiban menyerap setidak-tidaknya 40 juta ton gabah dan beras petani secara nasional pada saat panen raya dimulai,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, panen raya nasional kali ini tidak seperti biasanya. Saat ini, katanya, panen raya dimulai lebih awal dari biasanya yaitu pada bulan Januari dan diperkirakan mencapai puncaknya sekitar bulan Agustus 2017, termasuk di NTB.

“Biasanya panen raya dimulai pada bulan Februari, tetapi di beberapa daerah seperti di Sulawesi dan Jawa, sudah panen sejak Januari lalu,” ungkapnya.

Ia optimis, target tersebut akan tercapai, mengingat anggaran yang disiapkan pemerintah cukup besar untuk menyerap hasil panen para petani. Selain itu, pihaknya juga telah membangun sinergi dengan Kementerian Pertanian dan TNI.

“Jadi, kita ini satu tim untuk mensukseskan agenda tersebut. Kita all out untuk itu dan kita tidak hanya menunggu tetapi kita jemput bola,” pungkasnya. (Syamsul)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Krisis Akal Budi

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Kemcer Di Curug Cipeteuy