BNPB Pasang Sirine dan Rambu Peringatan Bahaya Gunung Agung

0
81
sirine
Sirine peringatan bahaya. (Foto: Istimewa)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang 54 rambu peringatan bahaya di Gunung Agung setelah sebelumnya juga memasang sirine di enam titik di sekeliling radius berbahaya.

“Rambu ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat posisinya terhadap radius berbahaya Gunung Agung,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dihubungi dari Karangasem, Bali, Sabtu (30/9).

Rambu peringatan tersebut tertulis: “Saat ini Anda berada di radius sembilan kilometer dari puncak Gunung Agung” atau tulisan lainnya yang bertujuan memberikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat.

Sedangkan enam sirine yang dikenal dengan nama iRaditif atau “iCast Rapid Deployment Notification System” yang merupakan sirine bergerak yang dapat dipindahkan dengan kendaraan. BNPB mendatangkan secara khusus dari gudang peralatan BNPB di Sentul Bogor ke Karangasem setelah status Gunung Agung naik menjadi Awas.

Dia menjelaskan bunyi sirine tersebut mampu menjangkau radius dua kilometer bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin.

Tujuan pemasangan sirine itu, kata dia, memberikan peringatan tanda bahaya kepada masyarakat apabila gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu meletus.

“Jadi bukan mendeteksi gunung akan meletus tetapi hanya mengabarkan bunyi sirine sebagai tanda ada bahaya,” ucapnya.

Enam lokasi sirine terdapat di Polsek Selat, Polsek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu, Koramil Kota Karangasem dan Koramil Abang.

Mekanisme kerjanya manual yang dibunyikan oleh petugas atau operator sirine setelah mendapat perintah dari petugas di Posko Utama Tanah Ampo Karangasem.

Posko terhubung dengan Pos Pengamatan Gunung Agung yang memberikan informasi tentang bahaya letusan.

Petugas posko didukung analisis data lainnya memberikan perintah kepada operator untuk membunyikan sirine melalui komunikasi dengan radio komunikasi dan telepon seluler.

“Agar terkoneksi semua jaringan komunikasi antara operator sirine, posko, dan pos pengamatan Gunung Agung maka BNPB memasang beberapa ‘repeater’ dan rig untuk radio komunikasi,” ucapnya.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bersama Gerindra dan PKS, Nasdem Dukung Angket Pj Gubernur Jabar Yang Digulirkan Demokrat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai NasDem mendukung digulirkan Hak Angket untuk menyelidiki kebijakan pemerintah yang mengangkat Komjen Pol M Iriawan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa...
tewas

Diduga Hirup Asap Pembakaran Ban Bekas, 7 Penambang Emas Tewas

LOMBOK, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya tujuh penambang emas tewas diduga akibat menghirup asap pembakaran ban bekas yang masuk ke dalam lubang tambang di Desa Buwun Mas,...
Angin puting beliung

Enam Daerah di Aceh Diterjang Puting Beliung

ACEH, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan, hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda enam daerah yang mengakibatkan masyarakat setempat mengalami...
Kecelakaan

Diduga Sopir Mengantuk, Sebuah Mobil Melompat ke Rawa

LHOKSUKON, SERUJI.CO.ID - Sebuah mobil jenis double cabin merek Nissan Navara melompat ke rawa, di pinggir Jalan Trans Sumatera Medan-Banda Aceh, tepatnya di Gampong Alue...

Laga Rusia Kontra Mesir Dinantikan Penggemar di Moskow

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Sejumlah penggemar sepak bola dari beberapa negara yang berada di Moskow menantikan laga antara tuan rumah Rusia melawan Mesir yang akan diselenggarakan...