BNPB Pasang Sirine dan Rambu Peringatan Bahaya Gunung Agung

0
23
sirine
Sirine peringatan bahaya. (Foto: Istimewa)

KARANGASEM, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang 54 rambu peringatan bahaya di Gunung Agung setelah sebelumnya juga memasang sirine di enam titik di sekeliling radius berbahaya.

“Rambu ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat posisinya terhadap radius berbahaya Gunung Agung,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho dihubungi dari Karangasem, Bali, Sabtu (30/9).

Rambu peringatan tersebut tertulis: “Saat ini Anda berada di radius sembilan kilometer dari puncak Gunung Agung” atau tulisan lainnya yang bertujuan memberikan peringatan dan imbauan kepada masyarakat.

Sedangkan enam sirine yang dikenal dengan nama iRaditif atau “iCast Rapid Deployment Notification System” yang merupakan sirine bergerak yang dapat dipindahkan dengan kendaraan. BNPB mendatangkan secara khusus dari gudang peralatan BNPB di Sentul Bogor ke Karangasem setelah status Gunung Agung naik menjadi Awas.

Dia menjelaskan bunyi sirine tersebut mampu menjangkau radius dua kilometer bahkan dapat lebih jauh jika suara terbawa angin.

Tujuan pemasangan sirine itu, kata dia, memberikan peringatan tanda bahaya kepada masyarakat apabila gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu meletus.

“Jadi bukan mendeteksi gunung akan meletus tetapi hanya mengabarkan bunyi sirine sebagai tanda ada bahaya,” ucapnya.

Enam lokasi sirine terdapat di Polsek Selat, Polsek Rendang, Pos Polisi Tianyar, Polsek Kubu, Koramil Kota Karangasem dan Koramil Abang.

Mekanisme kerjanya manual yang dibunyikan oleh petugas atau operator sirine setelah mendapat perintah dari petugas di Posko Utama Tanah Ampo Karangasem.

Posko terhubung dengan Pos Pengamatan Gunung Agung yang memberikan informasi tentang bahaya letusan.

Petugas posko didukung analisis data lainnya memberikan perintah kepada operator untuk membunyikan sirine melalui komunikasi dengan radio komunikasi dan telepon seluler.

“Agar terkoneksi semua jaringan komunikasi antara operator sirine, posko, dan pos pengamatan Gunung Agung maka BNPB memasang beberapa ‘repeater’ dan rig untuk radio komunikasi,” ucapnya.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...