BNPB: Gunung Agung Meletus Wisatawan Agar Waspada

0
47
Gunung Agung meletus
Gunung Agung di Karangasem Bali meletus mengeluarkan asap hitam pada 21/11/2017 pukul 17.35 WITA. Status Siaga (level 3). (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengabarkan bahwa Gunung Agung di Bali kembali meletus dan mengimbau agar masyarakat sekitar termasuk wisatawan untuk waspada terhadap dampak letusan gunung tersebut.

“Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya,” kata Kepala Pusat Data Infornasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/11).

Zona Perkiraan Bahaya, kata dia, adalah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya sejauh 7,5 kilometer.

Area perkiraan bahaya itu, lanjut dia, sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung terbaru.

Sutopo mengatakan hingga saat ini jumlah pengungsi Gunung Agung sebanyak 29.245 jiwa yang tersebar di 278 titik pengungsian. BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG. BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus menyiapkan upaya penanganan terkait dengan meletusnya Gunung Agung.

Gunung Agung meletus sejak Selasa pukul 17.05 WITA. Hingga saat ini letusan masih berlangsung dengan asap kelabu tebal dengan tekanan sedang hingga tinggi maksimum 700 meter di atas puncak. Abu letusan bertiup ke arah timur-tenggara.

Sutopo mengatakan PVMBG masih menganalisis aktivitas vulkanik. Status gunung tetap siaga (level 3). Dari aktivitas vulkanik belum menunjukkan adanya lonjakan kenaikan kegempaan.

Sementara tremor nonharmonik Gunung Agung terjadi sebanyak satu kali dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 36 detik. Gempa vulkanik dalam sebanyak dua kali dengan amplitudo 5-6 milimeter dan durasi 8-26 detik.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi dari PVMBG,” kata dia. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Sekolah Pranikah

Kasus Perceraian Tinggi di Surabaya, Pemkot Adakan Sekolah Pranikah

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Tingginya kasus perceraian di Kota Surabaya, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mengadakan pembekalan bagi muda-mudi warga Surabaya yang hendak melangsungkan pernikahan. Dengan mengambil...
Sudirman Said.

Sudirman Optimis Pangkas 13 Persen Kemiskinan Jateng

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Sudirman Said optimistis memangkas angka kemiskinan Jawa Tengah yang saat ini masih mencapai 13 persen menjadi 6 persen nantinya...

Tidak Lolos Peserta Pemilu 2019, PBB Akan Ajukan Gugatan ke Bawaslu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan pihaknya akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait tidak...
AHY

Demokrat Tunjuk Agus Harimurti Sebagai Kogasma

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Demokrat menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk persiapan Pemilu 2019 serta memenangkan Pilkada Serentak 2018...

Rute Wisata Transjakarta Ditambah Selama Asian Games

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berencana menambah rute wisata bus Transjakarta selama penyelenggaraan Asian Games 2018. "Selama berlangsung Asian Games, kami akan menambah...
loading...
Ilustrasi

Sudah Tepatkah Berlomba-lomba Membuka Minimarket Ummat?

Gegap gempita ummat berjamaah mendirikan Koperasi dengan usaha minimarket perlu diapresiasi. Pasalnya telah tumbuh kesadaran bagaimana menumbuhkan ekonomi ummat supaya lebih berdaya di negeri...
IMG20180217143208

Mengenal Istana Kuning di Kabupaten Kotawaringin Barat

Kotawaringin Barat - Terlintas dalam benak kita sebutan Istana Kuning maka warnanya akan kuning semua. Namun beda dengan Istana Kuning yang berada di tengah...
IMG_20180214_093436_928

Pilkada Calon Tunggal, Demokratiskah?

Pemilihan kepala daerah serentak sudah dalam hitungan bulan lagi.  Harapan akan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan calon pemimpin daerahnya.  Begitu juga...